top of page

Hubungan Artemia dengan Tingkat Kelangsungan Hidup Post Larva

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 14 Okt
  • 2 menit membaca

Seperti yang kita tahu, selama hidupnya udang akan mengalami beberapa fase, mulai dari telur, naupli, zoea, mysis, post larva, juvenil, udang muda, dan udang dewasa yang siap dipanen. Dari beberapa fase tersebut, terdapat tiga fase di mana udang membutuhkan pakan alami dengan ukuran mikroskopis, yaitu fase zoea, mysis, dan post larva.


ree

 

Biasanya, larva udang pada tiga fase tersebut akan diberi makan artemia, karena kandungan nutrisinya yang seimbang. Jadi, apakah pemberian artemia sebagai pakan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup larva udang, terutama pada fase post larva?

 

Peran Artemia

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita sedikit melihat kilas balik dari peran artemia itu sendiri. Artemia sendiri mengandung protein tinggi, yaitu lebih dari 60% yang fungsinya adalah membantu pembentukan jaringan tubuh.

 

Selanjutnya, artemia juga mengandung asam lemak esensial (DHA dan EPA), yang mana keduanya memiliki fungsi untuk perkembangan saraf dan imunitas, membantu larva udang terbebas dari stres lingkungan.

 

Hubungan Artemia dengan Kelangsungan Hidup Post Larva

Tercukupinya Kebutuhan Nutrisi Esensial

Kandungan nutrisi esensial dari artemia akan mencukupi kebutuhan larva udang, menjadikan metabolisme tubuhnya tetap stabil terutama pada tahap perkembangan cepat menuju ke fase hidup selanjutnya. Kebutuhan nutrisi yang terpenuhi, membuat post larva memiliki energi yang cukup untuk tumbuh sekaligus bertahan terhadap perubahan iklim yang mungkin terjadi.

 

Daya Tahan Tubuh Meningkat

Asam lemak yang ada pada artemia terbukti dapat meningkatkan imunitas post larva, sehingga ia tidak mudah stres dan terinfeksi penyakit. Kita tahu bahwa kedua faktor ini yang sering membuat udang terutama pada fase post larva mati. Dengan meningkatkan daya tahannya, diharapkan tingkat kematian post larva bisa ditekan.

 

Larva Tumbuh Seragam

Mengonsumsi artemia akan merangsang pertumbuhan post larva yang seragam, baik dari segi ukuran maupun perkembangan organ. Pertumbuhan yang serentak ini akan menghindari terjadinya kanibalisme. Sifat kanibal ini tidak hanya terjadi pada udang dewasa saja, tapi bisa muncul dari fase post larva. Sifat kanibal yang berhasil dicegah tentu akan meningkatkan daya hidupnya.

 

Optimallisasi Artemia

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, penggunaan artemia bisa dioptimalisasi lagi, caranya ialah dengan melakukan enrichment atau pengayaan. Proses pengayaan ini bisa menggunakan mikroalga atau minyak ikan untuk meningkatkan kandungan asam lemak DHA dan EPA.

 

Proses pengayaan dilakukan ketika artemia sudah dalam bentuk naupli atau ditetaskan terlebih dahulu. Selain meningkatkan kandungan DHA dan EPA pada artemia, naupli yang diberi nutrisi tambahan akan lebih aktif bergerak dan itu akan merangsang post larva untuk makan lebih banyak, jadi pertumbuhan dan daya tahan tubuhnya dapat meningkat secara beriringan.

 


Baca Juga

 

Komentar


bottom of page