top of page

Dampak Kepadatan Tebar Tinggi Terhadap Lonjakan CO2 di Tambak Udang

Redaktur: Audri Rianto
4 hari yang lalu
2 menit membaca

Budidaya udang sistem intensif dengan padat tebar tinggi memang memberikan potensi panen yang melimpah. Namun, di balik potensi tersebut ternyata menyimpang risik tersembunyi yang bisa membuat petambak rugi.


 

Ancaman ketika tambak mengadopsi padat tebar tinggi adalah terjadinya lonjakan kadar karbon dioksida (CO2) di dalam air.

 

Mengapa Kepadatan Tebar Memicu Kenaikan Kadar CO2?

Ada tiga faktor utama yang membuat kadar CO2 meningkat pesat pada tambak dengan padat tebar tinggi.


1. Peningkatan Beban Respirasi 

Semakin banyak jumlah udang yang ada di dalam kolam, maka oksigen yang dikonsumsi juga semakin tinggi, begitu juga dengan produksi CO2-nya sebagai hasil dari proses respirasi atau pernapasan.

 

2. Akumulasi Bahan Organik 

Tambak dengan padat tebar tinggi akan menghasilkan limbah organik yang lebih besar. Baik itu dari sisa pakan yang tak termakan maupun dari produksi feses, akan menumpuk menjadi satu di dasar tambak.

 

Bahan organik yang menumpuk ini memicu aktivitas dekomposisi oleh bakteri dan hasil akhirnya adalah CO2 yang terlarut dalam air. Semakin banyak bahan organik yang harus diuraikan, maka CO2 yang dihasilkan juga akan semakin tinggi.

 

3. Fluktuasi Ekstrem di Malam Hari 

Pada siang hari, fitoplankton membantu menyerap CO2 berlebih untuk fotosintesis, sehingga kadarnya bisa dikendalikan. Namun, saat malam tiba fotosintesis terhenti dan penyerapan CO2 oleh fitoplankton juga terhenti.

 

Akibatnya, CO2 tambak berisiko mengalami peningkatan drastis dan kondisi akan menjadi sangat kritis pada tambak dengan  populasi udang yang terlalu padat.

 

Dampak Fatal Kadar CO2 Tinggi Terhadap Udang

CO2 yang tidak terkendali terutama di malam hari tidak bisa diremehkan, sebab bisa memicu kerugian ekonomi bagi petambak. Dampak buruk yang ditimbulkan adalah sebagai berikut.

 

  • Penurunan pH Air Tambak: Kadar CO2 dalam tambak mempengaruhi tingkat pH air. Semakin tinggi kadar CO2 maka potensi menurunnya pH juga semakin besar. CO2 yang terlalu tinggi memicu reaksi kimia dan membentuk asam karbonat yang bisa menurunkan pH secara drastis dan membuat udang stres.

 

  • Gangguan Pernapasan Udang: Kadar CO2 yang terlalu pekat juga bisa menghambat laju pernapasan udang, membuat pelepasan CO2 dari dalam tubuh udang tidak normal. Akibatnya, keseimbangan asam-basa dalam darah udang menjadi kacau dan membuat udang berisiko mengalami hipoksia.

 

  • Stres dan Penurunan Laju Pertumbuhan: CO2 yang sudah terlalu pekat membuat udang gampang stres. Jika sudah begitu, maka nafsu makanya akan menurun, laju pertumbuhannya terhambat.


    Hal ini membuat rasio konversi pakan (FCR), karena banyak pakan yang tidak dimakan. Biaya operasional membengkak, sementara udang sulit besar dan rentan mati massal.



Baca Juga

 

Komentar


bottom of page