top of page

Hubungan Respirasi Plankton dan Peningkatan CO₂ di Tambak Udang

Redaktur: Audri Rianto
4 hari yang lalu
2 menit membaca

Keberadaan karbon dioksida atau CO₂ merupakan hal yang normal, salah satu penyebabnya adalah reaksi biologis dari respirasi plankton. Semakin padat populasi plankton di dalam tambak, maka produksi CO₂ bisa meningkat, terutama di malam hari.


 

Hubungan antara respirasi plankton dan peningkatan CO₂ sebaiknya dipahami oleh petambak demi mencegah segala risiko yang bisa terjadi. Pengelolaan yang tepat sangat dibutuhkan, supaya plankton di tambak tetap memberikan dukungan positif terhadap kegiatan budidaya udang.

 

Bagaimana Respirasi Plankton Menghasilkan CO₂?

Dalam tambak, plankton terbagi menjadi dua jenis, yaitu fitoplankton dan zooplankton. Fitoplankton sendiri merupakan jenis plankton yang bisa berfotosintesis dengan menyebab CO₂ dan menghasilkan oksigen di siang hari.

 

Namun, saat malam hari mereka akan melakukan respirasi dengan menyerap oksigen dan menghasilkan CO₂, layaknya organisme tambak lainnya. Berbeda dengan zooplankton, mereka tidak bisa berfotosintesis. Mereka melakukan respirasi sepanjang siang dan malam, sama seperti udang dan bakteri pengurai.

 

Mengapa CO₂ Cenderung Meningkat pada Malam Hari?

Ketika siang hari, fotosintesis yang dilakukan fitoplankton dapat mengimbangi produksi CO₂, membuat oksigen dan pH air meningkat di siang hingga sore hari.

 

Namun, ketika matahari terbenam, fotosintesis akan berhenti total, sementara respirasi terus berjalan. Oksigen terus diserap dan karbon dioksida tetap dihasilkan. Kondisi tersebut membuat CO₂ terus terakumulasi sepanjang malam dibarengi dengan kadar oksigen terlarut yang terus menurun bahkan mencapai titik terendahnya ketika menjelang pagi.

 

Seberapa besar perubahan yang terjadi itu tergantung dari kepadatan plankton, jumlah biomassa udang dalam satu kolam, bahan organik dan kapasitas aerasi. Peningkatan CO₂ sebenarnya tidak selalu disertai dengan penurunan oksigen jika pasokan oksigen masih mencukupi.

 

Waspadai Kematian Massal Plankton

Ketika populasi plankton di tambak cukup tinggi, bukan hanya risiko peningkatan CO₂ di malam hari saja yang harus diwaspadai oleh petambak, tapi juga potensi terjadinya kematian massal atau plankton crash.

 

Plankton bisa mengalami mati massal kapan saja, ketika itu terjadi maka proses penguraian akan meningkat pesat dan itu membutuhkan oksigen dan menghasilkan CO₂ yang tinggi.

 

Plankton yang mati massal menambah beban organik dalam tambak, artinya risiko tambak menghasilkan gas beracun seperti amonia juga meningkat. Berkurangnya plankton dalam tambak juga berarti menurunnya kemampuan tambak untuk memproduksi oksigen secara mandiri melalui proses fotosintesis.

 

Cara Mengendalikan CO₂ di Tambak Udang

Mengendalikan CO₂ di dalam tambak, terutama di malam hari harus dimulai dari manajemen yang tepat. Pastikan bahwa pemberian pakan sudah sesuai dengan kebutuhan udang dan hindari praktik overfeeding demi mengurangi sisa pakan yang terbuang.

 

Selanjutnya, rutinlah melakukan penyiphonan untuk mengurangi akumulasi bahan organik di dasar tambak. Bahan organik yang terlalu banyak membuat proses penguraian terus berlangsung dan menghasilkan banyak CO₂.

 

Cara ketiga, barulah optimalkan aerasi terutama di malam hari menjelang pagi. Karena pada waktu tersebut, akumulasi CO₂ sedang tinggi-tingginya. Bila perlu tambah aerator pembantu, supaya suplai oksigen terus berjalan selama malam hari menjelang pagi.



Baca Juga

Komentar


bottom of page