Hubungan Karbon Dioksida dan pH Air pada Tambak Udang
Fluktuasi pH air dalam tambak udang merupakan hal yang wajar terjadi. pH air biasanya akan cenderung rendah di pagi lalu meningkat menjelang sore. Perubahan pH air ini ternyata masih berkaitan dengan kandungan karbon dioksida (CO₂) yang ada dalam tambak.

Sumber: pondmedics.com
Hubungan antara keduanya ini harus dipahami petambak, supaya petambak tahu kapan waktu yang tepat untuk melakukan pengelolaan air, supaya fluktuasi yang terjadi tidak terlalu ekstrem.
Mengapa CO₂ Dapat Menurunkan pH Air?
Karbon dioksida (CO₂) yang terbentuk di dalam tambak berasal dari proses respirasi yang dilakukan oleh organisme tambak, seperti udang, plankton, dan mikroorganisme lainnya. Ketika larut di dalam air, sebagian CO₂ akan membentuk asam karbonat.
Senyawa ini nantinya akan melepaskan ion hidrogen yang pada akhirnya membuat pH air turun perlahan. Sederhananya, ketika CO₂ terlarut sangat tinggi, maka pH akan cepat turun, sebaliknya ketika CO₂ dalam air berkurang, maka pH akan naik dengan sendirinya.
Meski berhubungan, tetap saja pH air tidak ditentukan oleh CO₂ saja. Alkalinitas juga mempengaruhi perubahan pH, karena ia berperan sebagai penyangga yang dapat mencegah dan menahan perubahan pH agar tidak terlalu tajam.
Perubahan CO₂ dan pH dari Pagi hingga Malam
Kadar CO₂ di siang hari cenderung rendah karena CO₂ sendiri diserap oleh fitoplankton untuk melakukan fotosintesis. Berkurangnya CO₂ ini membuat pH air cenderung naik. Ketika matahari terbenam, aktivitas fotosintesis terhenti sementara itu organisme tambak tetap bernapas dan menghasilkan CO₂.
Karena serapan CO₂ terhenti, maka CO₂ akan terus terakumulasi sepanjang malam. Hal ini yang kemudian membuat pH air semakin turun dan titik terendahnya ketika menjelang pagi. Selama malam sampai pagi, oksigen terlarut juga terus menurun kadarnya, karena terus digunakan untuk respirasi.
Aktivitas semacam ini merupakan proses alami yang tidak berbahaya, namun tetap harus diperhatikan. Jangan sampai perubahan pH terjadi terlalu besar atau pola perubahannya berbeda dari hari ke hari.
Apa Dampaknya bagi Udang?
Selama perubahan pH tidak terlalu ekstrem, maka udang akan baik-baik saja, namun jika perubahannya sudah sangat tinggi, bahkan bisa lebih dari 1, maka petambak patut waspada. Sebab, pH air yang terlalu rendah tentu akan memberikan tekanan pada udang.
pH yang terlalu tinggi juga membahayakan udang, sebab dapat memicu munculnya amonia dalam bentuk NH₃ yang lebih beracun.
Baca Juga




Komentar