top of page

CO₂ Tambak Cenderung Meningkat di Malam Hari. Ini Penyebabnya

Redaktur: Audri Rianto
16 jam yang lalu
2 menit membaca

Setiap petambak pasti mendambakan kualitas air yang stabil. Meskipun semua parameter sudah terjaga dengan baik, tetap saja kualitas air bisa berfluktuasi selama 24 jam. Perubahan yang sering terjadi adalah naik turunnya kadar karbon dioksida (CO₂).


Sumber: nature.org

 

Pada malam hari, kandungan CO₂ air tambak cenderung mengalami peningkatan. Hal ini sebenarnya normal selama peningkatan tidak terlalu tajam. Kondisi ini sebenarnya berkaitan dengan aktivitas biologis yang berlangsung di dalam tambak.

 

Penyebab CO₂ Tambak Meningkat pada Malam Hari

Terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan konsentrasi karbon dioksida meningkat ketika malam tiba.

 

1. Fotosintesis Fitoplankton Terhenti

Salah satu penyebab mengapa CO₂ tambak meningkat di malam hari adalah aktivitas fotosintesis yang berhenti. Saat siang, fitoplankton melakukan fotosintesis dengan menyerap CO₂ yang ada untuk diubah menjadi oksigen.

 

Ketika aktivitas ini berhenti di malam hari, otomatis tidak ada lagi yang menyerap CO₂, membuat kadarnya terus meningkat karena CO₂ yang mulai terakumulasi di dalam air.

 

2. Respirasi Udang dan Organisme Perairan

Aktivitas respirasi organisme perairan berlangsung sepanjang hari, baik siang maupun malam. Hanya saja, saat malam organisme yang melakukan respirasi menjadi bertambah. Fitoplankton yang saat siang berfotosintesis, ketika malam ia akan berespirasi.

 

Respirasi sendiri menghasilkan CO₂ yang kemudian dilepaskan ke dalam perairan. Apalagi pada tambak intensif dengan padat tebar tinggi, produksi CO₂ sudah pasti akan sangat besar terutama di malam hari.

 

3. Penguraian Bahan Organik di Dasar Tambak

Limbah organik baik itu dari sisa pakan, feses udang maupun plankton yang mati berkumpul menjadi satu di dasar tambak. Setelahnya, limbah tersebut akan diurai oleh bakteri secara aerob yang membutuhkan oksigen.

 

Selama proses penguraian, bakteri mengonsumsi oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Makin banyak limbah yang harus diurai, maka makin besar pula oksigen yang diserap dan karbon dioksida yang dihasilkan.

 

Dampak Peningkatan CO₂ terhadap Kualitas Air Tambak

Peningkatan CO₂ yang terlalu tajam membuat pH air menurun, karena CO₂ yang larut dalam air dapat membentuk asam karbonat yang melepas ion hidrogen. Ion ini yang kemudian membuat pH air turun drastis.

 

Ketika pH menurun, maka metabolisme udang akan terganggu. Risikonya adalah udang jadi gampang stres. Jika berlangsung lama, udang bisa mengalami hambatan dalam pertumbuhan hingga terancam kelangsungan hidupnya.

 

Cara Mengendalikan CO₂ pada Malam Hari

Untuk mengendalikan CO₂ di malam hari, sebenarnya tidak bisa dilakukan hanya satu malam. Butuh waktu yang panjang, bahkan harus dimulai dari awal budidaya dilakukan.

 

Paling krusial adalah mengelola pemberian pakan, usahakan jangan ada banyak sisa pakan yang terbuang. Sebab sisa pakan inilah yang nantinya menjadi limbah organik di dasar tambak dan memperbesar terjadinya penguraian yang menghasilkan CO₂.

 

Selanjutnya, petambak dapat mengoptimalkan peran kincir air dan aerator terutama di malam hari, supaya suplai oksigen terus berjalan ditengah gempuran CO₂ hasil dari proses respirasi organisme tambak.



Baca Juga

Komentar


bottom of page