top of page

Batas Aman Amonia Bebas (NH3) untuk Budidaya Ikan dan Udang

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 6 hari yang lalu
  • 2 menit membaca

Amonia menjadi momok menakutkan bagi pembudidaya ikan dan udang. Ketika kadarnya meningkat, maka satu hal yang pasti, ikan dan udang yang dibudidaya akan stres dan mati. Amonia sangat beracun, jadi sebisa mungkin harus dibuat nol kadarnya.


 

Idealnya, kadar amonia bebas dalam kolam budidaya adalah 0 mg/L. Namun, untuk membuat amonia sepenuhnya tidak terbentuk dalam kolam budidaya hampir mustahil, karena kolam budidaya sering sekali mengalami dekomposisi limbah organik secara anaerob, dan proses ini tidak bisa dihindari.

 

Untuk itu, pembudidaya harus mengetahui batas aman amonia pada kolam budidaya, agar ikan dan udang tidak mengalami gangguan berarti.

 

Standar Batas Aman Amonia (NH3)

Selam ini, pembudidaya hanya fokus pada kadar amonia total. Namun, parameter yang paling berbahaya sebenarnya adalah amonia tidak terionisasi (NH3). Meskipun kadar amonia total terlihat normal, bisa saja kadar NH3 nya yang tinggi. Banyak terjadi kasus seperti ini yang kemudian membuat pembudidaya gagal panen dan merugi.

 

Kadar NH3 yang ideal adalah 0 mg/L atau mendekati nol, dengan batas maksimal amannya < 0,05 mg/L. Dikatakan mulai berbahaya ketika kadarnya lebih dari  0,05 mg/L dan sangat berbahaya ketika sudah di atas 2,0 mg/L.

 

Batas Aman Amonia Untuk Udang Vaname

Untuk budidaya udang vaname, kadar amonia bebas sebaiknya berada di bawah 0,1 mg/L. Namun, beberapa referensi mengatakan bahwa udang bisa mentoleransi amonia bebas hingga 1 mg/L tidak lebih. Tapi, demi menjaga produktifitas udang, amonia bebas sebaiknya tetap dijaga kadarnya untuk terus mendekati 0 mg/L.

 

Apalagi udang dikenal sebagai organisme yang sensitif terhadap perubahan kualitas air. Kadar amonia yang meningkat dengan tiba-tiba bisa membuatnya lemas, nafsu makannya turun, dan membuatnya rentan terinfeksi bakteri vibrio.

 

Batas Aman Amonia pada Ikan Lele dan Nila

Kadar amonia bebas untuk ikan air tawar seperti lele dan nila disarankan untuk terus berada di bawah 0,05–0,1 mg/L. Namun, ikan lele dinilai lebih kuat, karena masih bisa bertahan di lingkungan dengan amonia bebas sebesar 0,8 mg/L. Tapi, kondisi lingkungan seperti itu bukanlah kondisi yang ideal untuknya tumbuh optimal.

 

Semakin rendah kadar amonia, semakin baik performa pertumbuhan dan konversi pakan. Ikan yang hidup dalam air berkualitas baik akan memiliki daya tahan tubuh lebih kuat dan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi.

 

Faktor yang Mempengaruhi Toksisitas Amonia

Amonia yang ada dalam air terbagi menjadi dua bentuk, yaitu NH3 (racun) dan NH4+ (relatif aman). NH3 yang selama ini meracuni ikan dan udang ternyata tingkat toksisitasnya sangat dipengaruhi oleh dua parameter, yaitu pH air dan suhu. Semakin meningkat dua parameter tersebut melebihi batas normal, maka NH3 juga akan semakin beracun.

 

Penutup

Idealnya, kadar amonia dalam kolam budidaya ikan dan udang sebaiknya terus berada di angka yang mendekati 0 mg/L. Ketika kadarnya meningkat dan melebihi 0,1–0,2 mg/L, maka lingkungan tersebut sudah berisiko menimbulkan stres akut pada ikan dan udang.

 

Lakukan pemantauan rutin dibarengi dengan menerapkan manajemen pakan yang baik serta mengaplikasikan probiotik merupakan langkah yang tepat untuk menjaga kolam budidaya terbebas dari ancaman amonia yang beracun.



Baca Juga

 

 

Komentar


bottom of page