Hubungan pH, Suhu, dan Toksisitas Amonia dalam Budidaya Udang dan Ikan
- Redaktur: Audri Rianto
- 5 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Udang dan ikan sangat bergantung pada kualitas air, jadi semakin baik air yang ada pada kolam maka semakin produktif mereka. Sebaliknya, ketika kualitas air tidak stabil, cenderung menurun makan risikonya adalah kematian massal dan kerugian bagi pembudidaya.

Sumber: 1millionwomen.com.au
Salah satu faktor yang sering membuat kualitas air menurun sekaligus menimbulkan kerugian adalah meningkatnya amonia dalam kolam budidaya. Amonia yang terus meningkat jumlahnya ternyata tidak hanya dihasilkan dari penguraian anaerob di dasar kolam saja. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi toksisitasnya di dalam kolam, yaitu pH dan suhu air.
Bentuk Amonia pada Perairan
Amonia yang ada dalam perairan budidaya akan terbentuk menjadi dua, yaitu amonia terionisasi (NH3) dan amonia tidak terionisasi (NH4+). Bentuk amonia yang beracun adalah NH3, semakin besar kadarnya dalam kolam budidaya, maka semakin tinggi risiko udang dan ikan keracunan dan mati.
Pengaruh pH Terhadap Toksisitas Amonia
Bisa dikatakan bahwa pH air berperan paling dominan dalam menentukan tingkat racun amonia. Saat pH air rendah atau dalam keadaan asam, maka amonia yang tersebar di perairan adalah NH4+ dan cenderung aman bagi ikan dan udang. Namun, saat pH air meningkat di atas 8, kadar NH3 juga ikut meningkat secara signifikan yang artinya amonia semakin beracun.
Nilai amonia total yang sama, akan lebih berbahaya pada pH di atas 8, ketimbang pada pH 7 ke bawah. Pada kolam budidaya, terutama tambak udang, fluktuasi pH sering terjadi akibat dari aktivitas plankton, terutama di siang hari ketika plankton melakukan fotosintesis.
Saat fotosintesis berlangsung, pH air akan cenderung meningkat. Pada kondisi ini, sering terjadi kasus udang ataupun ikan mengalami gangguan pernapasan, karena pH berada pada titik tertingginya yang juga meningkatkan toksisitas amonia.
Pengaruh Suhu terhadap Toksisitas Amonia
Selain pH, suhu air juga memberikan pengaruh besar terhadap tingkat keracunan amonia. Sama seperti pH, semakin tinggi suhu air maka amonia semakin beracun, karena saat suhu air meningkat, reaksi kimia akan berlangsung lebih cepat yang kemudian membuat proporsi NH3 turut naik.
Ketika suhu lebih dari 30°C, kadar amonia bebas dalam air juga melonjak drastis. Apabila kondisi ini dikombinasikan dengan pH yang tinggi, maka kematian massal tidak bisa dihindari.
Cara Mengontrol Risiko Amonia
Untuk mengontrol kadar amonia dalam kolam budidaya, pembudidaya perlu melakukan beberapa langkah, seperti:
Pengukuran suhu air secara rutin.
Manajemen pakan agar tidak berlebihan.
Penggunaan probiotik untuk mengurai bahan organik.
Aerasi optimal guna menjaga stabilitas kualitas air.
Pergantian air jika kadar amonia meningkat.
Penutup
Tingkat keracunan amonia sangat berkaitan erat dengan kenaikan pH dan suhu air. Semakin tinggi pH dan suhu, maka semakin besar proporsi amonia bebas (NH3) yang bersifat racun. Oleh karena itu, pengendalian kualitas air secara menyeluruh dan pemantauan rutin adalah kunci utama untuk mencegahnya.
Baca Juga




Komentar