top of page

Probiotik Tambak Tidak Bekerja Optimal? Kenali Penyebabnya

  • Gambar penulis: Kurniawan Audri Rianto
    Kurniawan Audri Rianto
  • 7 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Probiotik masih menjadi salah satu cara populer yang digunakan petambak dalam menjaga kualitas air tambak. Mikroorganisme dalam probiotik punya peran penting untuk tambak, mulai dari pengurai limbah organik hingga membantu menekan populasi patogen.


 

Sayangnya, dalam penggunaan probiotik ada kondisi tertentu yang membuat probiotik seolah-olah tidak bekerja. Efektivitas bakteri di dalamnya seolah menurun, padahal probiotik yang digunakan masih dalam kondisi baik. Lantas, apa yang mengakibatkan hal itu bisa terjadi?

 

1. Pemilihan Probiotik Tidak Sesuai Kondisi Tambak

Permasalahan setiap kolam tambak sudah pasti berbeda, mulai dari masalah penumpukan limbah, meningkatnya kadar amonia, gangguan pencernaan pada udang, hingga melonjaknya bakteri patogen.

 

Identifikasi masalah apa yang terjadi pada tambak Anda, baru pilih probiotik yang sesuai, karena setiap jenis bakteri dalam probiotik punya fungsi spesifik. Kesalahan dalam memilih probiotik ini yang bisa membuat tingkat keefektifannya rendah.

 

2. Dosis dan Frekuensi Aplikasi Kurang Tepat

Jangan menganggap bahwa semakin banyak probiotik yang dimasukkan ke dalam tambak itu semakin bagus. Hal tersebut tidak berlaku, karena penggunaan probiotik butuh dosis yang tepat agar hasilnya optimal. Untuk lebih amannya, petambak sebaiknya mengikuti petunjuk dosis yang ada dalam kemasan serta aplikasikan secara bertahap.

 

3. Parameter Air Kolam Tidak Mendukung

Untuk bekerja optimal, bakteri probiotik butuh lingkungan yang mendukung, mulai dari suhu, pH, salinitas hingga oksigen terlarut. Pastikan semua parameter berada dalam kondisi ideal, baru probiotik bisa diaplikasikan dan memberikan efek positif.

 

4. Akumulasi Bahan Organik Terlalu Tinggi

Beberapa bakteri probiotik memang bermanfaat dalam mengurai limbah organik, namun kemampuan ini tetap ada batasnya. Ketika bahan organik yang menumpuk di dasar tambak sudah terlalu masif, maka beban kerja bakteri probiotik akan menjadi sangat besar.

 

Pada kondisi ini, mengaplikasikan probiotik saja tidak akan cukup. Perlu dilakukan perlakuan tambahan seperti siphon untuk mengeluarkan kelebihan limbah organik di dasar tambak.

 

5. Pengaplikasian Tidak Memperhatikan Waktu dan Bahan Kimia

Pemilihan waktu dalam mengaplikasikan probiotik juga mempengaruhi keberhasilannya. Jangan aplikasikan probiotik pada saat siang hari dengan kondisi matahari yang terik. Selain itu, jangan aplikasikan probiotik bersamaan dengan bahan kimia seperti desinfektan karena bakteri probiotik bisa mati.

 

6. Kualitas dan Viabilitas Probiotik Menurun

Probiotik bisa menurun kualitasnya jika disimpan di tempat yang salah. Pastikan probiotik disimpan di tempat yang jauh dari paparan matahari dan dalam kelembaban tinggi. Jangan lupa untuk terus memantau tanggal kadaluwarsanya dan kondisi kemasan.

 

Integrasikan Probiotik dengan Manajemen Tambak

Perlu diketahui petambak bahwa probiotik bukanlah satu-satunya solusi untuk mengatasi masalah selama proses budidaya. Supaya kinerjanya tetap maksimal, aplikasi probiotik harus diintegrasikan dengan manajemen tambak secara menyeluruh.



Baca Juga

 
 
 

Komentar


bottom of page