top of page

Potensi Besar Mikroalga sebagai Superfood Pakan Udang

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 18 Jul
  • 2 menit membaca

Semakin berkembangnya jaman, teknologi budidaya perikanan semakin mengarah pada pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Dari segi pakan, sudah banyak pembudidaya yang mulai memanfaatkan mikroalga sebagai pakan utama udang.

 

Hal ini didasari dari kandungan nutrisi dari mikroalga, yaitu protein, asam lemak esensial, vitamin, mineral, hingga antioksidan. Jika diolah dengan baik, mikroalga berpotensi menjadi superfood untuk udang.


Sumber: naturalga.hu

 

Pemanfaatan mikroalga sebagai pakan juga bisa dilakukan di semua tahap budidaya, mulai dari larva sampai masuk ke fase pembesaran.

 

1. Dua Raksasa Mikroalga untuk Fase Pembesaran

Ada dua jenis mikroalga yang sudah dikenal banyak pembudidaya sebagai pakan bergizi untuk fase pembesaran udang. Dua mikroalga yang dimaksud adalah Spirulina dan Chlorella spp.

 

Spirulina (Arthrospira spp.) sendiri mengandung protein yang tinggi, berkisar 55–70% dari berat keringnya. Selain baik untuk pertumbuhan udang, kandungan lainnya seperti fikosianin, beta-karoten, serta vitamin sangat baik untuk menjaga pigmen tubuh udang sehingga udang tidak pucat dan meningkatkan daya tahan tubuhnya dari serangan penyakit.

 

Chlorella spp. juga mengandung protein yang cukup tinggi dengan klorofil dan vitamin. Namun, Chlorella lebih unggul karena punya manfaat ganda, yaitu dapat memperkuat imunitas udang sekaligus membantu menjaga kualitas air tambak dengan cara menyerap nutrien berlebih dalam air.

 

2. Pakan Wajib di Fase Pembenihan (Hatchery)

Untuk fase pembenihan, larva udang membutuhkan pakan dengan ukuran kecil namun kandungan nutrisinya juga harus seimbang. Beberapa jenis mikroalga ini sangat cocok untuk udang pada fase pembenihan

 

Chaetoceros spp. & Skeletonema spp. berukuran kecil sesuai dengan bukaan mulut larva udang. Mikroalga ini kaya akan omega-3 yang baik untuk meningkatkan pertumbuhan udang.

 

Isochrysis galbana kaya akan Docosahexaenoic Acid (DHA) yang dapat membantu meningkatkan perkembangan jaringan dan kualitas benur udang.

 

Tetraselmis spp. kandungan nutrisinya cukup lengkap serta memiliki tingkat adaptasi lingkungan yang tinggi, jadi tidak mudah mati. Mikroalga ini cocok untuk dijadikan pakan larva udang karena dapat mendorong perkembangan organ larva.

 

Nannochloropsis spp. kaya akan Eicosapentaenoic Acid (EPA) yang bermanfaat dalam pengayaan nutrisi pakan alami seperti artemia. Kombinasi keduanya akan membuat larva udang sehat dan tumbuh dengan cepat.

 

3. Untuk Peningkatan Mutu Udang

Ada dua jenis mikroalga lagi yang punya potensi besar sebagai bahan tambahan pakan, yaitu Scenedesmus spp. dan Dunaliella salina.

 

Scenedesmus tinggi akan protein dan karbohidrat sehingga bisa menjadi sumber energi alternatif untuk udang. Sementara itu Dunaliella salina sangat kaya akan beta-karoten yang bermanfaat sebagai antioksidan alami bagi udang, menjaga udang dari stres berlebih serta membantu mempertajam warna tubuh udang.

 

Mengapa Petambak Harus Melirik Mikroalga?

Memanfaatkan mikroalga sebagai bahan pakan secara signifikan dapat menurunkan nilai FCR Feed Conversion Ratio (FCR), artinya efisiensi pakan meningkat. Selain itu, mikroalga yang kaya antioksidan dapat membuat udang jauh lebih sehat dan siap dalam menghadapi fluktuasi lingkungan yang bisa terjadi kapan saja.

 

Tidak hanya itu, mikroalga juga sangat fleksibel dan dapat diberikan dalam beberapa bentuk. Bisa berupa kultur hidup yang berarti langsung diberikan kepada udang, umumnya di fase hatchery.

 

Bisa juga dicampur dengan pakan komersil pada fase pembesaran dengan dosis 1-5% dari total formulasi pakan.



Baca Juga

Komentar


bottom of page