top of page
  • Redaktur: Audri Rianto

Penyebab FCR Tambak Tinggi dan Cara Menurunkannya

Selama proses budidaya udang berlangsung, manajemen pakan sangat diperlukan guna menghemat biaya operasional, mengingat bahwa pakan sendiri mendapat porsi lebih dari 50% dari biaya operasional tambak udang.



Sumber: efishery.com

 

Cara petambak mengetahui apakah manajemen pakan yang diaplikasikan sudah tepat ialah dengan menghitung nilai FCR (Feed Conversion Ratio).


FCR atau Feed Conversion Ratio adalah rasio konversi pakan yang kemudian dijadikan acuan dalam melihat efisiensi manajemen pakan selama proses budidaya. Nilai FCR yang rendah menandakan bahwa manajemen pakan yang diterapkan serta kualitas pakan yang diberikan sudah bagus. Sebaliknya, apabila nilai FCR pada tambak tinggi, maka hal itu mengindikasikan manajemen pakan yang diterapkan kurang baik.

 

Penyebab FCR Tinggi

Umumnya, ada lima kesalahan yang sering dilakukan oleh petambak dalam menerapkan manajemen pakan udang vaname. Kesalahan-kesalahan inilah yang menyebabkan angka FCR menjadi tinggi.

 

  • Tingginya Suhu Air Tambak

Suhu air yang mengalami peningkatan secara konstan memiliki efek tak baik bagi tambak, terutama pada tingkat penyerapan nutrisi oleh udang. Buruknya penyerapan nutrisi oleh udang diakibatkan oleh sistem metabolisme udang yang tidak stabil, sehingga berujung pada nafsu makan yang menurun. Saat itu juga, pakan yang diberikan tidak akan habis dimakan oleh udang.

 

  • Overfeeding

Overfeeding atau memberi pakan secara berlebihan adalah salah satu kesalahan paling umum yang sering dilakukan petambak. Hal ini terjadi karena petambak tidak memahami jumlah pakan yang diberikan apakah sebanding dengan populasi udang pada tambak atau tidak. Petambak hanya menebar pakan secara asal, akibatnya banyak pakan yang tersisa dan mengendap di dasar tambak.

 

  • Frekuensi Pemberian Pakan yang Berlebihan

Frekuensi normal dalam memberikan pakan pada udang adalah 3 sampai 5 kali dalam sehari dengan jangka waktu 4,5 jam sekali. Memberikan pakan dengan frekuensi lebih dari 5 kali sehari itu sama saja dengan memberikan pakan secara berlebihan. Udang yang kenyang tentu enggan untuk menyentuh pakan yang diberikan.

 

  • Arus Air Terlalu Cepat

Terkadang, arus kincir pada tambak terlalu cepat bagi pakan. Arus tersebut kemudian membawa pakan ke tengah tambak dan mengendap di dasar, sehingga tidak termakan oleh udang dan terbuang sia-sia. Untuk itu, saat akan memberi pakan sebaiknya kincir dimatikan terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan menebar pakan ke sekeliling tambak. Setelah satu jam pakan ditebar dan udang sudah makan dengan cukup, barulah kincir bisa dihidupkan kembali.

 

  • Jumlah Kincir Terlalu Sedikit

Beberapa petambak memiliki jumlah kincir air yang tidak sebanding dengan luas tambak yang ia kelola. Akibatnya, tambak kekurangan aerasi sehingga endapan sedimen semakin meningkat. Peristiwa itu pun kemudian memicu menurunnya kadar oksigen pada tambak.

 

Oksigen yang tidak optimal membuat udang kesulitan bernafas. Pada akhirnya, udang menjadi tidak nafsu makan. Hal ini diperparah dengan kemunculan gas beracun, seperti amonia, nitrat dan nitrit yang dapat menyebabkan udang mati mendadak.

 

Cara Mengurangi FCR

Setelah mengetahui pennyebab meningkatnya nilai FCR pada tambak, maka Anda dengan mudah menentukan cara untuk menurunkannya. Berikut ini 5 cara yang cukup jitu dalam menurunkan nilai FCR tambak.

 

  • Pastikan Kualitas Air Optimal

Suhu air yang meningkat menyebabkan terganggunya metabolisme udang, untuk itu menjaga suhu tambak tetap optimal menjadi sebuah kewajiban. Perlu diketahui petambak bahwa suhu air tambak yang optimal adalah 28-30 derajat celcius.


  • Menghindari Overfeeding

Petambak harus mengetahui secara pasti berapa banyak benur yang ditebar pada awal proses budidaya. Kemudian, lakukan pemantauan nilai survival rate (SR) untuk mengetahui banyaknya udang yang tersisa di tambak. Jika sudah mengetahui jumlah udang yang ada, maka petambak akan dengan mudah menentukan jumlah pakan yang akan diberikan.


  • Mengatur Frekuensi Pemberian Pakan

Petambak harus menyesuaikan frekuensi pemberian pakan dengan kebutuhan udang. Namun yang pasti adalah pemberian pakan yang optimal adalah 3 sampai 5 kali dalam satu hari, jangan sampai melebihi frekuensi tersebut.


  • Mengatur Arus Air

Petambak harus memastikan bahwa arus air tidak terlalu cepat saat pemberian pakan agar pakan tidak terbawa ke tengah tambak. Cara mudahnya ialah dengan mematikan kincir air sementara, diikuti dengan memberikan pakan secara manual ke seluruh penjuru tambak.


  • Jumlah Kincir Seimbang

Untuk menyuplai oksigen secara merata diperlukan jumlah kincir yang memadai. Pastikan kincir-kincir tersebut diletakkan pada tempat yang dapat menjangkau sudut-sudut tambak, sehingga oksigen akan mengalir dengan baik. Jika kadar oksigen tambak sudah stabil dan optimal, maka nafsu makan udang tidak akan mengalami gangguan.

 

Dengan menerapkan strategi-strategi ini, petambak dapat mengurangi FCR dan meningkatkan efisiensi pemberian pakan pada usaha budidaya udang yang ia kelola.



Baca Juga



 

107 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page