top of page

Pentingnya Green Belt untuk Budidaya Udang yang Ramah Lingkungan

Redaktur: Audri Rianto
2 jam yang lalu
2 menit membaca

Sebelum memutuskan untuk memulai usaha budidaya udang, pemilihan lokasi menjadi faktor penentu keberhasilan. Pemerintah sendiri telah mengatur atau merekomendasikan petambak untuk membangun tambak udang tepat di belakang green belt (sabuk hijau) seperti hutan mangrove dengan jarak minimal 200 meter.

 


Regulasi ini masuk ke dalam Permen KKP Nomor 63 Tahun 2017, dan ini bukanlah sekadar birokrasi biasa. Pasalnya, membangun tambak tepat di belakang green belt termasuk langkah strategis dalam menciptakan ekosistem akuakultur yang berkelanjutan.


Ada beberapa keuntungan yang didapat petambak ketika memutuskan untuk membangun tambak di belakang green belt.

 

Keuntungan Membangun Tambak Udang di Belakang Green Belt

Hutan bakau sendiri seringkali bertindak sebagai penghalau arus, sehingga gelombang tinggi akan terpecah sebelum sampai ke daerah pesisir. Proses pemecahan gelombang ini memberikan keuntungan signifikan bagi tambak udang.

 

Mulai dari perlindungan alami dari ancaman erosi dan abrasi, serta mengurangi hantaman angin laut kencang yang berpotensi merusak infrastruktur.

 

Hutan bakau juga dapat berfungsi sebagai biofilter alami yang dapat menyaring za racun hingga logam berat yang ada di dalam air tambak. Sehingga air sisa budidaya menjadi lebih aman untuk dialirkan kembali ke perairan bebas.

 

Konsep Mangrove-Shrimp Farming yang Saling Menguntungkan

Memadukan hutan mangrove dan budidaya udang terbukti dapat mencegah terjadinya degradasi lingkungan dan hilangnya hutan mangrove. Pasalnya, tambak udang sendiri seringkali dianggap sebagai akar permasalahan dari semakin berkurangnya hutan mangrove saat ini.

 

Dengan menerapkan metode ini, maka kegiatan ekonomi petambak dan upaya konservasi alam bisa berjalan beriringan. Petambak tetap bisa menghasilkan keuntungan bahkan punya potensi untuk menembus pasar internasional karena sudah menerapkan metode budidaya yang ramah lingkungan.

 

Tips Efektif Menjalankan Mangrove-Shrimp Farming

Hal yang perlu diingat petambak adalah hutan bakau tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas tambak.


Jadi, petambak juga perlu menerapkan manajemen yang tepat supaya tambak tetap menghasilkan udang yang sehat dan produktif. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.

 

Optimalisasi Manajemen Pakan

Memberikan pakan sesuai kebutuhan udang demi mengurangi sisa pakan berlebih yang dapat meningkatkan endapan organik di dasar tambak. Bila perlu, petambak menggunakan teknologi auto-feeder agar pakan yang diberikan terus konsisten jumlahnya.

 

Batasi Bahan Kimia

Penggunaan obat-obatan kimia sebaiknya dibatasi, apalagi antibiotik yang saat ini sudah dilarang penggunaannya. Selain dapat menimbulkan residu di dalam daging udang, bahan kimia ini juga bisa merusak rantai makanan yang ada di lingkungan sekitar.

 

Gunakan Benur Berkualitas

Pastikan benur yang digunakan adalah benur berkualitas yang sudah teruji. Belilah benur dari hatchery terpercaya dan sudah memiliki sertifikasi pathogen free (SPF) dan resistant (SPR).



Baca Juga

Komentar


bottom of page