Meningkatkan Performa Udang Vaname dengan Tepung Spirulina
- Redaktur: Audri Rianto
- 4 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Budidaya udang menjadi salah satu ujung tombak sektor perikanan Indonesia. Setiap tahunnya, udang Indonesia dikirim ke luar negeri dan menghasilkan banyak devisa negara. Setiap tahun, inovasi dalam budidaya udang terus berkembang demi meningkatkan produksi.
Peningkatan produksi tidak melulu soal menambah volume panen, tapi juga berkaitan dengan peningkatan efisiensi pakan, mengoptimalkan pertumbuhan, hingga menurunkan risiko serangan penyakit.

Sumber: biotona.be
Salah satu cara untuk mewujudkan itu ialah dengan memodifikasi pakan, seperti menambahkan tepung spirulina. Mikroalga ini dipercaya mampu meningkatkan nutrisi pada pakan udang, karena spirulina sendiri memang dikenal mengandung nutrisi lengkap yang mudah dicerna oleh organisme akuatik termasuk udang.
Kandungan Nutrisi Super Spirulina
Spirulina dikenal padat nutrisi, karena di setiap selnya mengandung unsur esensial yang bisa meningkatkan metabolisme udang.
Beberapa kandungannya adalah protein sebanyak 60-70%, vitamin B kompleks, vitamin E, serta mineral dan senyawa antioksidan seperti fikosianin, karotenoid, dan klorofil yang mampu menghindarkan udang dari stres lingkungan.
Dosis Tepat Spirulina untuk Pertumbuhan Maksimal
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Romi Novriadi dari Politeknik AUP (Ahli Usaha Perikanan) menunjukkan bahwa penambahan tepung spirulina ke dalam pakan udang dengan dosis yang tepat mampu meningkatkan performa udang.
Penelitian ini dilakukan selama 60 hari dengan frekuensi pemberian pakan sebanyak 4 kali dalam satu hari. Penelitian melibatkan 4 kelompok dosis, pertama kelompok kontrol yaitu tanpa tambahan spirulina, kedua pakan ditambah 0,2 persen spirulina, ketika pakan ditambahkan 0,4 persen spirulina, dan yang terakhir pakan ditambah 0,8 persen spirulina.
Lonjakan Bobot Udang yang Signifikan
Penambahan spirulina ternyata memberikan kenaikan bobot udang secara signifikan. Kelompok kontrol tanpa pemberian spirulina menaikkan bobot rata-rata udang sebesar 7,83 gram.
Kelompok dosis 0,2% memberikan peningkatan bobot rata-rata sebesar 8,37 gram, kelompok dosis 0,4% meningkat sebesar 8,57 gram dan kelompok 0,8% meningkat sebesar 8,73 gram.
Dari sini kita bisa simpulkan bahwa semakin tinggi dosis penambahan spirulina (batas optimal 0,8%) dalam pakan udang, maka hasilnya semakin baik, laju pertumbuhan udang meningkat pesat.
Efisiensi Biaya dengan Penurunan Nilai FCR
Pemberian spirulina juga terbukti meningkatkan efisiensi pakan yang tergambar dari penurunan nilai Feed Conversion Ratio (FCR).
Dosis 0,2%: Menghasilkan FCR sebesar 1,64
Dosis 0,4%: Menghasilkan FCR sebesar 1,60
Dosis 0,8%: Mencapai FCR terbaik, yaitu 1,50
Nilai FCR yang rendah menunjukkan bahwa udang menyerap nutrisi pakan dengan baik dan mengkonversinya menjadi bobot bersih (daging). Hal ini juga berarti bahwa petambak bisa menghemat penggunaan pakan secara signifikan.
Peningkatan Sistem Imun
Selain meningkatkan pertumbuhan dan mengurangi biaya pakan, pemberian spirulina juga meningkatkan imunitas udang. Penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan Total Hemocyte Count (THC) pada udang yang mengonsumsi spirulina.
Hemosit sendiri adalah sel darah udang yang bertugas dalam menjaga tubuh udang tetap sehat dan terhindar dari infeksi mematikan. Dengan meningkatnya THC maka bisa dikatakan udang memiliki kesiapan imun yang lebih baik dalam menghalau infeksi patogen.
Baca Juga




Komentar