top of page

Dampak Overdosis Spirulina terhadap Kinerja Pencernaan Udang

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 4 hari yang lalu
  • 2 menit membaca

Formulasi pakan yang tepat dapat membantu petambak meningkatkan produktivitas udang. Dengan pakan bergizi, udang bisa tumbuh maksimal, tahan penyakit dan bisa dipanen tepat waktu. Pakan udang yang tepat haruslah mengandung protein, vitamin, mineral dan asam amino esensial.


 

Untuk mendapatkan nutrisi-nutrisi tersebut di dalam pakan, petambak bisa menggunakan imunostimulan. Spirulina adalah pilihan yang tepat untuk memperkaya nutrisi pada pakan udang.

 

Mencampurkan spirulina dalam pakan bisa dirasakan manfaatnya jika dilakukan dengan dosis yang tepat, sebab jika spirulina ditambahkan dengan berlebihan udang bisa mengalami overdosis.

 

Bagaimana Overdosis Spirulina Mempengaruhi Pencernaan Udang?

Dampak yang ditimbulkan dari overdosis spirulina tidaklah main-main, terutama pada sistem pencernaan udang. Spirulina dengan kandungan protein yang tinggi jika diformulasikan secara berlebihan dalam pakan udang tentu akan membuat organ pencernaan udang bekerja lebih keras.

 

Kemampuan pencernaannya yang telah mencapai batas optimal bisa membuat sebagian nutrisi menjadi tidak terserap optimal. Nutrisi yang tidak terserap dengan baik akan terbuang dalam bentuk feses, sehingga efisiensi pakan menjadi berkurang, pada akhirnya nilai FCR menjadi tinggi.

 

Spirulina yang berlebihan juga menurunkan efektivitas enzim pencernaan seperti protease, amilase, dan lipase, membuat proses pencernaan menjadi lebih lambat.

 

Dampak terhadap Pertumbuhan dan Kualitas Air

Nutrisi yang gagal diserap udang akan berdampak pada pertumbuhannya. Energi yang diperoleh dari pakan dengan spirulina terlalu tinggi tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh udang, membuat laju pertumbuhan hariannya menurun.

 

Kelebihan protein juga membuat kotoran udang tinggi akan nitrogen yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi amonia. Jika terus-menerus diberikan pada udang, maka kadar amonia dalam tambak akan meningkat dan memperburuk kualitas air.

 

Selain itu, feses udang yang tinggi nutrien bisa membuat dasar tambak mengalami eutrofikasi atau peningkatan kadar nutrien dalam air. Akibatnya, bakteri patogen akan tumbuh subur dan meningkatkan risiko terserang penyakit.

 

Berapa Dosis Spirulina yang Disarankan?

Menurut penelitian terbaru, pemberian spirulina ke dalam pakan udang sebaiknya dilakukan dengan dosis optimal 0,2-0,8% dari total formulasi pakan. Dengan dosis tersebut, spirulina akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan udang dan imunitasnya. Pemberian spirulina bisa dilakukan dengan mencampurnya langsung ke dalam pakan.

 

Kesimpulan

Spirulina termasuk bahan pakan alami yang memberikan banyak manfaat bagi udang jika diberikan dalam jumlah yang tepat. Pemberian secara berlebihan, bukan hanya menurunkan efisiensi pencernaan udang tapi juga dapat meningkatkan limbah organik di dalam tambak, memperburuk kualitas air dan meningkatkan risiko infeksi penyakit.

 

Pencampuran spirulina dalam pakan cukup sebatas 0,2-0,8% dari total formulasi pakan agar manfaatnya bisa terlihat.



Baca Juga

Komentar


bottom of page