6 Kesalahan Umum Dalam Penggunaan Probiotik yang Wajib Dihindari Petambak
- Redaktur: Audri Rianto
- 1 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Dalam budidaya udang, penggunaan probiotik sudah menjadi hal yang wajib dan lumrah. Menebar probiotik ke dalam tambak merupakan salah satu strategi dalam menjaga kualitas air. Sayangnya, pada praktiknya masih banyak petambak yang belum merasakan hasil maksimal, karena ada kesalahan yang tidak disadari.

Sumber: pakolesonline.com
Kesalahan dalam mengaplikasikan probiotik tentu tidak akan membuatnya bekerja optimal, yang ada bakteri malah terbuang dan mati sia-sia. Beberapa kesalahan yang dimaksud adalah:
1. Dosis Tidak Pas (Asal Tebar Tanpa Acuan)
Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah menentukan dosis yang tidak tepat. Kebanyakan petambak masih mengandalkan ‘perasaan’ dalam menentukan dosis, padahal ada anjuran pakai yang bisa dibaca pada kemasan probiotik.
Menentukan dosis dengan modal perasaan, tentu ada kemungkinan dosis yang diberikan terlalu sedikit atau malah bisa kelebihan. Kalau terlalu sedikit, bakteri probiotik akan kalah saing dengan bakteri patogen yang ada di dalam air.
Kalau dosisnya kelebihan, bisa memicu ledakan populasi bakteri yang berdampak pada meningkatnya konsumsi oksigen terlarut di dalam air.
2. Salah Waktu dan Kondisi Aplikasi
Dalam mengaplikasikan probiotik ke dalam tambak, wajib bagi petambak untuk memperhatikan waktu dan kondisi. Waktu pengaplikasian yang tepat adalah pagi hari, karena di pagi hari kadar oksigen tambak masih optimal.
Sebelum aplikasi, pastikan juga air dalam kondisi stabil, artinya semua parameter air dalam keadaan optimal terutama kadar oksigen dan pH. Sebab, bakteri probiotik juga bisa mengalami mati akibat stres lingkungan.
3. Probiotik Tidak Diaktivasi
Mengaplikasikan probiotik tidak bisa asal masukkan saja ke dalam tambak. Probiotik perlu melewati fase aktivasi terlebih dahulu. Caranya ialah direndam dan diberi makan molase selama 12-24 jam supaya koloni probiotik bisa berkembang dan bertambah banyak.
4. Berharap Probiotik Bekerja Sendiri di Dasar Kolam
Fungsi probiotik dalam tambak memang untuk membantu proses penguraian limbah organik, namun bukan berarti petambak langsung pasrah dan bergantung padanya. Ingat, probiotik hanya membantu jadi bukan solusi utama.
Perlu dilakukan upaya tambahan seperti membuang lumpur tambak secara berkala supaya ia bisa bekerja lebih optimal.
5. Mencampur Probiotik dengan Bahan Kimia Keras
Kesalahan selanjutnya yang cukup fatal ialah menebar probiotik sesaat setelah dilakukan sterilisasi kolam menggunakan bahan kimia keras seperti kaporit.
Sebelum probiotik ditebar, sebaiknya diberi jeda waktu 2 sampai 3 hari agar residu kaporit benar-benar hilang dari kolam tambak. Jika diberi jeda waktu terlalu singkat, kaporit justru bisa membuat bakteri probiotik mati.
6. Menggunakan Jenis Bakteri yang Tidak Sesuai
Setiap produk probiotik mengandung jenis bakteri yang berbeda dan fungsi yang tak sama. Jadi, pilihlah probiotik sesuai dengan kondisi tambak. Penggunaan probiotik yang tidak sesuai fungsinya tentu tidak akan memberikan manfaat apa-apa bagi tambak.
Baca Juga




Komentar