top of page

Waktu Terbaik Mengaplikasikan Probiotik di Tambak Udang

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 13 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Menjaga keseimbangan populasi mikroorganisme dalam tambak merupakan langkah krusial dalam menjaga produktivitas. Untuk itu, mengaplikasikan probiotik secara rutin sangat dianjurkan, terutama untuk menekan mikroorganisme patogen yang berbahaya.

 

Dalam mengaplikasikan probiotik ke tambak, ada hal-hal yang harus diperhatikan dan dilakukan dengan benar. Sebab, kesalahan sedikit saja bisa membuat probiotik tidak bekerja secara efektif.


 

Ketepatan waktu penebaran harus benar-benar diperhatikan, baik itu berdasarkan jam hareian maupun di setiap fase budidaya.

 

Waktu Aplikasi Berdasarkan Jam Harian

Mengaplikasikan probiotik harus sesuai dengan dinamika yang terjadi di lingkungan tambak, terutama di momen terjadinya fluktuasi oksigen terlarut.

 

  • Pagi hingga Siang Hari (Pukul 08.00 – 11.00) 

    Pukul 08.00 – 11.00 merupakan rentan waktu ideal untuk mengaplikasikan probiotik ke dalam tambak, apalagi probiotik yang diaplikasikan adalah jenis bakteri aerob yang butuh oksigen untuk bekerja. Pada rentang waktu tersebut, kadar oksigen terlarut masih sangat optimal karena dibantu oleh proses fotosintesis fitoplankton.


  • Jangan Aplikasikan Pada Malam Hari 

    Jangan aplikasikan probiotik di malam hari, karena pada momen tersebut fotosintesis sudah terhenti, fitoplankton mulai beralih ke mode respirasi. Akibatnya akan terjadi persaingan dalam konsumsi oksigen yang membuat kadar oksigen terlarut cukup rendah.

     

    Menambahkan probiotik ke dalam tambak sama saja dengan meningkatkan persaingan dalam memperebutkan oksigen sehingga berpotensi menurunkan kadar DO lebih jauh lagi.

 

Aplikasi Probiotik Berdasarkan Siklus Budidaya Udang

Setelah memahami jam harian yang baik untuk mengaplikasikan probiotik, petambak juga perlu memahami bahwa pemberian probiotik juga sebaiknya disesuaikan dengan perkembangan usia udang.

 

  • Fase Persiapan Kolam (Pra-Tebar Benur): Pemberian probiotik ke dalam tambak sebaiknya sudah dimulai saat persiapan kolam, tepatnya beberapa hari sebelum benur ditebar. Tujuannya ialah untuk menstabilkan parameter kualitas air, menumbuhkan plankton sebagai pakan alami, serta membangun ekosistem mikroflora yang seimbang agar bakteri berbahaya seperti Vibrio tidak mendominasi.

     

  • Fase Kritis DOC 1–30 (Awal Budidaya): Selanjutnya, setelah benur ditebar terhitung dari hari pertama sampai hari ke 30, probiotik sebaiknya diberikan lagi. Alasannya karena pada fase ini udang masih berada pada fase kritis, di mana sistem imunnya masih belum sempurna dan rentan terhadap perubahan lingkungan.

     

    Aplikasikan probiotik air secara berkala setiap 3–5 hari sekali guna mengurai sisa pakan awal, menstabilkan air, dan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pertumbuhan benur.


  • Fase Pembesaran (DOC 30+ hingga Panen): Pada hari 30 sampai panen, udang mulai masuk ke fase pembesaran, di mana akumulasi limbah organik akan bertambah banyak dari hari ke hari.


    Pada fase ini, dosis probiotik air sebaiknya ditingkatkan supaya dekomposisi limbah organik berjalan lancar demi menekan terbentuknya senyawa amonia dan nitrit yang berlebih. Selanjutnya, probiotik air bisa dikombinasikan dengan probiotik pakan, supaya pencernaan udang lebih sehat dan sistem imunnya terjaga.

 

Tips Penting Memaksimalkan Kinerja Probiotik

Pada fase persiapan kolam, biasanya akan dilakukan sterilisasi terlebih dahulu dengan kaporit atau klorin. Agar probiotik bekerja optimal, sebaiknya tambak diberi jeda 2 sampai 3 hari terlebih dahulu agar residu kimia benar-benar hilang dan tidak mematikan bakteri probiotik.

 

Selanjutnya, pastikan aerasi kolam tambak berjalan dengan baik saat pengaplikasian probiotik. Arus yang terbentuk akan membantu distribusi bakteri probiotik dan menyebarkannya secara merata ke seluruh penjuru kolam.



Baca Juga

Komentar


bottom of page