top of page
  • Redaktur: Audri Rianto

3 Penyakit Udang yang Muncul Pada Air Tambak Keruh

Udang salah satu komoditas perairan yang sangat banyak dibudidayakan di Indonesia. Walaupun banyak yang membudidayakan, namun tak jarang banyak yang gagal. Hal ini karena selama proses budidaya, lingkungan hidup udang tersebut tidak dalam kondisi yang ideal. Permasalahan yang kerap muncul pada budidaya udang adalah menurunnya kualitas air.

Sumber: gdm.id

 

Kualitas air dalam budidaya udang sangatlah sakral, sehingga perlu dijaga agar selalu dalam keadaan ideal. Penurunan kualitas air sebenarnya dapat dengan mudah ditandai, karena biasanya air yang buruk akan mengalami perubahan warna menjadi lebih pekat.

 

Air berwarna pekat memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi yang apabila dibiarkan akan mengganggu produktifitas udang. Air tambak yang terlalu keruh akan menjadi sarana virus dan bakteri penyakit untuk berkembang biak. Berikut ini beberapa penyakit yang sering kali muncul dan menyerang udang saat air tambak mengalami kekeruhan tinggi.

 

White Feses Disease

Penyakit pertama yang akan timbul saat air tambak memiliki tingkat kekeruhan yang tinggi adalah penyakit berak putih atau white feces disease. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri vibrio sp yang menyerang sistem pencernaan udang.

 

Gejala yang ditunjukkan udang saat terinfeksi penyakit ini adalah munculnya kotoran udang berwarna putih yang mengapung di permukaan air. Penyakit ini juga membuat udang mengalami penurunan nafsu makan serta berubahnya saluran pencernaan menjadi putih.

 

Penyakit ini kerap kali menyebabkan kerugian secara ekonomi karena udang yang sudah terinfeksi WFD akan memiliki kualitas yang buruk, seperti memiliki tubuh yang lembek dan keropos dan ukurannya kecil karena tidak mau makan sehingga harga jual juga akan ikut menurun.

 

White Spot Disease

White Spot Disease atau penyakit bintik putih disebabkan oleh white spot syndrome virus (WSSV) yang kerap muncul pada tambak dengan kualitas air yang buruk, termasuk air dengan tingkat kekeruhan yang tinggi.

 

Penyakit ini akan menyerang udang yang telah berusia lebih dari 30 hari. Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah munculnya bintik-bintik putih berdiameter 0,5-2 mm di sekujur tubuh udang, udang juga akan terlihat lemas dan jika diamati, usus udang akan terlihat kosong.

 

Penyakit ini sangat fatal akibatnya, karena apabila udang sudah terinfeksi penyakit ini maka akan cepat sekali menyebar ke seluruh populasi udang yang ada. Penyakit ini juga memiliki tingkat kematian mencapai 100 persen, dengan kata lain jika udang sudah terinfeksi penyakit ini maka udang dipastikan akan mati massal. Maka dari itu, untuk mencegah kerugian yang semakin besar, petambak diharuskan untuk melakukan panen lebih awal.

 

Penyakit Insang Hitam

Penyakit insang hitam pada udang disebabkan oleh jamur fusarium sp yang sering dijumpai pada tambak dengan air keruh. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini ialah insang akan berubah warna. Perubahan warna insang juga bertahap, awalnya insang akan berwarna lebih pucat dari biasanya, kemudian dilanjutkan dengan berubah warna menjadi kuning kecokelatan dan akhirnya menghitam.

 

Akibat dari infeksi jamur ini, udang akan mengalami kesulitan bernafas, nafsu makan juga akan berkurang hingga akhirnya mengalami kematian. Tidak hanya ada di Indonesia, penyakit ini juga sering muncul pada tambak yang ada di negara Malaysia dan Taiwan.

 


Mengelola kualitas air tambak dengan baik adalah kunci untuk mencegah penyakit dan memastikan pertumbuhan optimal hewan budidaya. Pemantauan rutin dan tindakan pencegahan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan tambak dan mengurangi risiko penyakit.



Baca Juga

408 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page