top of page

Probiotik Tambak dan Pengelolaan Air, Mana yang Lebih Penting?

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 18 Agu
  • 2 menit membaca

Budidaya udang menuntut pengelolaan dan manajemen yang tepat, mulai dari pengelolaan pakan hingga pengelolaan air. Apalagi air merupakan media hidup udang dan selama proses budidaya udang akan terus ada di dalamnya.


 

Dalam hal mengelola kualitas air tambak, umumnya petambak percaya bahwa  menjaga parameter kualitas air terus stabil adalah kunci keberhasilan budidaya. Namun, tak sedikit juga petambak yang percaya bahwa kunci dalam menciptakan air tambak yang optimal ialah dengan memberikan probiotik secara rutin.

 

Keduanya memang sama-sama penting, jadi tidak bisa diadu satu sama lain. Keduanya punya keterikatan yang kuat dan saling bergantung. Tanpa pengelolaan air yang tepat, probiotik tidak bisa bekerja optimal.

 

Begitupun sebaliknya, pengelolaan air modern akan menjadi lebih berat jika tidak dibarengi dengan pemberian probiotik secara berkala.

 

Peran Pengelolaan Air sebagai Sistem Utama

Pengelolaan kualitas air tambak adalah pondasi utama dalam menciptakan budidaya yang produktif. Pengelolaan kualitas air tambak meliputi pengawasan dan tindakan aktif guna memastikan lingkungan hidup udang dalam kondisi stabil dan ideal.

 

Dua hal utama yang harus dilakukan dalam mengelola air tambak.

Menjaga parameter fisik dan kimia dengan melakukan kontrol kestabilan pH, oksigen terlarut dan salinitas supaya air tetap stabil dan baik untuk pertumbuhan udang.

 

Mencegah timbulnya senyawa beracun seperti amonia dan nitrit dengan cara melakukan penyiphonan rutin guna membuang limbah organik yang mengendap di dasar tambak.

 

Peran Probiotik sebagai Alat Bantu Biologis

Setelah pengelolaan air dilakukan dengan benar, sebaiknya dilanjutkan dengan memberi probiotik secara rutin. Di sini, probiotik akan berperan sebagai akselerator biologis yang mengoptimalkan kualitas perairan tambak.

 

Beberapa peran probiotik dalam tambak, seperti membantu mengurai limbah organik berupa kotoran udang, sisa pakan dan endapan lumpur yang ada di dasar tambak. Penguraian yang optimal dapat membantu mencegah pembentukan gas beracun seperti amonia dan nitrit.

 

Selanjutnya, probiotik juga bisa bertindak sebagai biokontrol patogen, artinya ia bisa menekan laju patogen untuk berkembangbiak di dalam tambak. Fungsi ini sangat dibutuhkan udang supaya terhindari dari infeksi penyakit.

 

Tidak hanya itu, bakteri probiotik juga bisa meningkatkan kesehatan sistem pencernaan udang. Bakteri probiotik akan masuk ke dalam organ pencernaan udang lewat air dan meningkatkan daya serap nutrisi dari pakan.

 

Memberikan probiotik ke dalam tambak secara berkala juga meningkatkan efisiensi penggunaan air, karena air akan bersih lebih lama sehingga frekuensi pergantian air bisa diminimalisir.

 

Kombinasikan Keduanya untuk Hasil Maksimal

Setelah membaca penjelasan di atas, maka langkah paling bijak adalah mengkombinasikan keduanya. Pengelolaan air menjadi sistem dasarnya, sedangkan probiotik adalah sistem penunjang dalam menciptakan ekosistem tambak yang stabil dan konsisten.

 

Memadukan keduanya ke dalam strategi pengelolaan air, maka produktivitas tambak akan meningkat dan risiko gagal panen menjadi sangat kecil.



Baca Juga

Komentar


bottom of page