top of page
  • Redaktur: Audri Rianto

Perbedaan Fitoplankton dan Zooplankton pada Tambak Udang

Dalam budidaya udang kehadiran plankton pada tambak bukanlah sesuatu yang asing. Plankton termasuk ke dalam komponen kualitas air yang harus dijaga keberadaannya. Pada tambak, ada banyak jenis plankton yang hidup. Ada dua jenis plankton yang ada di perairan, yaitu fitoplankton dan zooplankton.


Sumber: deheus.id


Fitoplankton dan zooplankton adalah dua komponen penting dalam ekosistem akuatik yang memiliki peran berbeda dalam budidaya udang. Lantas apa perbedaan dari keduanya? Berikut ini penjelasannya.

 

Fitoplankton

Fitoplankton adalah jenis plankton yang mirip seperti tumbuhan, termasuk di dalamnya adalah mikroalga laut dan air tawar. Plankton jenis ini merupakan produsen autotrofik primer yang mampu menghasilkan oksigen dari aktivitas fotosintesis mereka dan merupakan titik awal produktivitas alami di ekosistem tambak serta rantai makanan di alam. Pada budidaya udang, fitoplankton akan dibudidayakan untuk memberi makan tahap larva awal krustasea.

 

Zooplankton

Zooplankton adalah jenis plankton yang merupakan kelompok organisme kecil membentuk sebagian besar hewan heterotrofik di lingkungan laut. Pada habitatnya, mereka akan memakan plankton lain, termasuk fitoplankton dan zooplankton, bakteri dan berbagai jenis materi tanaman partikulat sebagai sumber makanannya. Zooplankton akan digunakan sebagai pakan alami bagi udang karena dinilai dapat memberi manfaat bagi pertumbuhan dan perkembangannya.

 

Perbedaan Utama

Dari penjelasan di atas, kita bisa memahami bahwa perbedaan paling signifikan antara zooplankton dan fitoplankton adalah bahwa zooplankton adalah hewan, sementara fitoplankton adalah tumbuhan.

 

Plankton Baik

Beberapa jenis plankton sangat diperlukan di dalam tambak karena memiliki manfaat langsung terhadap pertumbuuhan udang. Plankton-plankton yang dimaksud adalah:


  • Green Algae

Green algae termasuk ke dalam divisi Chlorophyta yang terdiri dari antara 9.000 hingga 12.000 spesies. Mereka adalah alga fotosintetik yang mempunyai klorofil a dan b sebagai pigmen dominan yang membuatnya berwarna hijau. Mereka memainkan peran penting dalam ekosistem akuatik sebagai produsen primer, menghasilkan oksigen dan makanan yang diperlukan oleh organisme lain melalui proses fotosintesis.

 

  • Diatom

Diatom adalah mikroalga yang termasuk dalam kelompok fitoplankton dan memiliki peran penting dalam budidaya udang. Keberadaannya pada tambak sangat dibutuhkan karena selain jarang dikaitkan dengan penurunan kualitas air, mereka juga dinilai memiliki nilai gizi yang baik untuk banyak spesies akuakultur, terutama udang pasca larva.

 

Plankton Tak Baik

  • Cyanophyta

Cyanophyta yang juga dikenal sebagai alga biru-hijau atau termasuk ke dalam fitoplankton yang dapat mengapung. Mereka sangat peka terhadap cahaya matahari sehingga sangat berpotensi dalam menciptakan peristiwa blooming algae. Alasan mengapa keberadaan Cyanophyta harus dihindari pada tambak karena mereka memiliki kemampuan untuk menghasilkan racun yang dapat membunuh udang. Racun yang dikeluarkan berpotensi merusak jaringan hepatopankreas.

 

  • Dinoflagellata

Dinoflagellata adalah organisme uniseluler yang memiliki flagela untuk bergerak. Beberapa spesies dinoflagellata bahkan menghasilkan toksin yang dapat membunuh ikan dan udang. Meletusnya populasi dinoflagellata di air dapat disebabkan oleh intensitas cahaya yang tinggi, suhu air, dan terutama kandungan nitrogen dan fosfor yang tinggi.

 

Kesimpulan

Pemahaman tentang perbedaan antara fitoplankton dan zooplankton serta peran mereka dalam budidaya udang sangat penting. Kedua jenis plankton ini mendukung kesehatan dan pertumbuhan udang dengan menyediakan sumber makanan alami yang kaya nutrisi serta membantu menjaga kualitas air dalam sistem budidaya.



Baca Juga

403 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comentários


bottom of page