top of page
  • Redaktur: Audri Rianto

Optimalisasi Pemberian Pakan pada Budidaya Udang Vaname

Kunci keberhasilan dari usaha budidaya udang salah satunya terletak pada pemberian pakan yang tepat. Pemberian pakan yang tepat dan efisien pada budidaya udang vaname sangat penting untuk pertumbuhan udang tetap optimal.



 

Untuk memberikan pakan secara tepat, diperlukan manajemen yang baik,ini mencakup pemberian pakan sesuai dengan kebutuhan udang berdasarkan usia, kebutuhan nutrisi, dan frekuensi pemberian.

 

Mengapa Praktik Pemberian Pakan yang Tepat Penting?

Pakan dalam budidaya udang memiliki porsi hingga 70% dari biaya operasional, maka dari itu manajemen yang diterapkan haruslah tepat sasaran, agar tidak menimbulkan kerugian.


Konsep pemberian pakan secara efektif dan efisien dapat diartikan sebagai pemberian pakan yang disesuaikan dengan usia dan berat udang demi memaksimalkan pertumbuhannya.


Kesalahan dalam menentukan jumlah dan frekuensi pemberian pakan dapat menyebabkan masalah serius, seperti penumpukan limbah organik yang merupakan penyebab utama tambak mengalami kegagalan panen.

 

Memberi Pakan Udang Vaname Berdasarkan Usia

Untuk budidaya udang sendiri, pakan yang digunakan dibagi menjadi 3 bentuk, yakni bubuk, crumble, dan pellet yang tersedia dengan ragam ukuran. Setiap jenis pakan ini nantinya akan diberikan pada udang sesuai dengan usianya. Berikut adalah formula untuk memberi makan udang vaname berdasarkan usia udang.

 

DoC 1-15 hari: Saat udang berusia 1-15 hari biasanya udang hanya memiliki berat antara 0,1-1 gram. Ukuran udang masih kecil sekali, sehingga belum memungkinkan untuk mencerna pakan dengan sempurna, sebab mulutnya yang masih terlalu kecil serta organ pencernaan yang belum stabil dan kuat. Maka dari itu, pakan yang pas untuk udang pada usia ini adalah pakan jenis bubuk dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari.


DoC 16-45 hari: Saat udang memasuki usia 16-45 hari, berat udang biasanya sudah mencapai 5 gram. Udang sudah terlihat lebih besar, maka pakan yang diberikan bisa naik satu tingkat. Pada fase ini, udang sudah bisa diberi pakan jenis crumble dengan frekuensi pemberian pakan 4 kali sehari.


DoC 45-75 hari: Saat usia udang sudah mencapai 45-75 hari, berat udang akan semakin bertambah menjadi  5-14 gram. Pada fase ini, pakan yang diberikan masih sama, yaitu jenis crumble, namun dengan frekuensi pemberian yang ditambah menjadi 5 kali sehari.


DoC 75-90 hari: Pada fase ini, udang sudah dianggap dewasa. Organ pencernaan sudah sempurna dan kuat untuk mengolah dan menyerap nutrisi dari pakan. Untuk itu, udang dewasa sudah bisa diberi pakan pellet dengan frekuensi pemberian pakan 5 kali sehari.

 

Tips untuk Pemberian Pakan Udang yang Tepat

Selain menyesuaikan jenis dan frekuensi pemberian pakan menggunakan panduan di atas, berikut adalah beberapa tips tambahan untuk pemberian pakan yang efektif, seperti dilansir dari jala.tech

 

Mengukur Parameter Kualitas Air

Ada beberapa parameter kualitas air penting yang perlu dipantau saat memberi makan, yaitu oksigen terlarut (DO) dan suhu air. DO sendiri sangat mempengaruhi nafsu makan udang, misal saat DO di bawah 4 ppm maka udang mengalami penurunan nafsu makan. Jika DO semakin turun hingga di bawah 2 ppm maka udang pun berhenti makan. Selain itu, suhu juga mempengaruhi nafsu makan udang. Suhu optimal untuk pemberian pakan berkisar antara 26-32°C.


Mencampur Pakan dengan Air

Pemberian pakan juga bisa dilakukan dengan mencampur pakan dengan air, terutama untuk pakan bubuk, demi memastikan distribusi yang merata, tenggelam cepat, dan mencegah pakan mudah terbawa air.


Dengan memahami dan menerapkan praktik pemberian pakan yang tepat, petani udang dapat mengoptimalkan pertumbuhan udang dan efisiensi biaya, sekaligus mengurangi dampak lingkungan.



Baca Juga

613 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page