top of page

Inovasi Mikroalga untuk Budidaya Udang Vaname Berkelanjutan

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 2 hari yang lalu
  • 2 menit membaca

Industri akuakultur di Indonesia sangat beragam, namun untuk saat ini yang paling strategis adalah industri budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei). Setiap tahunnya Indonesia bisa mengekspor hingga ratusan ribu ton udang vaname ke beberapa negara.


sumber: unair.ac.id

 

Industri ini dikatakan strategis karena lingkungan yang dimiliki Indonesia sangat cocok dijadikan sarana budidaya, karena banyak wilayah Indonesia memiliki pantai, pertumbuhan udang vaname juga dinilai cepat serta permintaannya di pasar internasional sangat besar.

 

Potensinya yang besar ternyata tidak menjamin industri tersebut akan terus lancar dijalankan, sebab banyak tantangan yang harus dihadapi. Beberapa tantangan serius yang dimaksud adalah serangan penyakit, kualitas air yang berfluktuasi dan tingginya penggunaan antibiotik.

 

Tantangan Budidaya Udang Vaname Modern

Kepadatan tebar yang sangat tinggi pada sistem budidaya intensif membuat udang rentan mengalami infeksi penyakit, karena kualitas air sering berfluktuasi. Kualitas air yang tidak konsisten selama proses budidaya dapat memicu stres pada udang, membuat sistem imunnya gampang melemah.

 

Solusi cepat untuk masalah ini adalah menggunakan antibiotik. Sayangnya, menggunakan antibiotik secara berlebihan bisa membahayakan, karena dapat menyebabkan resistansi antimikroba (AMR) dan mencemari lingkungan perairan.

 

Tidak hanya itu, pasar internasional juga akan menolak udang yang terbukti mengandung residu antibiotik secara berlebihan.

 

Konsep Imunonutrisi dalam Akuakultur

Dibutuhkan inovasi yang ramah lingkungan untuk mengatasi penggunaan antibiotik secara berlebihan ini, dan pendekatan yang cukup populer saat ini adalah imunonutrisi, yaitu upaya memberikan nutrisi tertentu untuk meningkatkan sistem imun udang secara alami.

 

Para peneliti saat ini tengah memperhatikan mikroalga jenis tertentu yang dirasa memiliki kandungan senyawa bioaktif melimpah yang dapat meningkatkan imunitas udang secara alami. Beberapa mikroalga yang dimaksud adalah Chaetoceros gracilis, Nannochloropsis sp., Tetraselmis sp., dan Chlorella sp.

 

Kandungan Nutrisi Mikroalga untuk Udang Vaname

Beberapa mikroalga yang telah disebutkan tadi ternyata kaya akan Asam lemak omega-3 (EPA dan DHA), karotenoid seperti astaxanthin dan fucoxanthin, polisakarida bioaktif, vitamin dan mineral, serta peptida antioksidan.

 

Senyawa-senyawa tersebut mampu meningkatkan jumlah sel imun udang serta dapat merangsang gen kekebalan tubuh seperti prophenoloxidase, crustin, dan lysozyme. Pengaplikasiannya ke dalam pakan dapat membuat udang lebih tahan terhadap infeksi bakteri dan stres lingkungan.

  

Manfaat Mikroalga dalam Budidaya Udang

Mikroalga akan membuat udang tidak gampang stres, terutama akibat dari padat tebar tinggi dan kualitas air yang tidak optimal. Mikroalga juga mengandung pigmen alami seperti astaxanthin dan betakaroten, fungsinya ialah melindungi sel dari kerusakan, memperbaiki jaringan yang terlanjur rusak dan membuat warna udang lebih cerah.

 

Tantangan dan Prospek ke Depan

Penemuan ini memang memiliki potensi yang besar, namun butuh penelitian lebih lanjut, sebab untuk menentukan dosis yang pas dari kombinasi nutrisi antarspesies dan proses ekstraksi senyawa bioaktifnya butuh biaya yang besar.

 

Untuk itu, perlu dilakukan optimalisasi lanjutan agar teknologi ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh petambak yang ada di seluruh Indonesia.



Baca Juga

Komentar


bottom of page