top of page

Cold Storage Portabel Jadi Solusi Nelayan Hadapi Keterbatasan Listrik

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 49 menit yang lalu
  • 2 menit membaca

Bagi nelayan, menangkap ikan di laut bukan satu-satunya tantangan yang harus mereka hadapi. Menjaga ikan tetap segar setelah ditangkap juga termasuk tantangan yang cukup sulit untuk dijalani.


Sumber: idntimes.com

 

Apalagi di daerah kepulauan seperti Mentawai yang tidak memiliki fasilitas memadai, mulai dari keterbatasan listrik, jarak antarpulau yang cukup jauh serta perjalanan laut yang bergantung pada kondisi cuaca membuat penggunaan cold storage konvensional belum selalu mudah diterapkan.

 

Dengan kondisi serba keterbatasan, tim Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 2026 dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Diponegoro (UNDIP), dan Universitas Airlangga (UNAIR) terdorong untuk memperkenalkan teknologi cold storage box portabel berbasis Phase Change Material (PCM) dan hydrogel pack.

 

Tidak Bergantung pada Listrik Sepanjang Waktu

Uniknya, cold storage ini tidak bergantung pada listrik terus-menerus, sehingga sangat pas digunakan di daerah Mentawai yang pasokan listriknya belum sepenuhnya tersedia 24 jam. Berangkat dari permasalahan tersebut, PMKI membuat teknologi pendingin dengan pendekatan berbeda.

 

Dilansir dari jateng.idntimes.com, sistem yang mereka bangun memanfaatkan PCM dan hydrogel pack sebagai media penyimpan energi termal, jadi tidak mengandalkan listrik terus-menerus.

 

Cara kerjanya ialah dengan mendinginkan material tersebut ketika listrik tersedia. Energi dingin akan tersimpan dan bisa langsung digunakan untuk mempertahankan suhu rendah di dalam cold storage box di saat listrik sedang mati.

 

Meski listrik tidak sepenuhnya dihilangkan, tapi pendekatan ini bisa membuat penggunaan listrik lebih efisien dalam mempersiapkan kapasitas pendinginan yang dapat dimanfaatkan kemudian.

 

Mengurangi Ketergantungan Nelayan terhadap Es

Selama ini, nelayan sangat bergantung pada es untuk mendinginkan ikan. Dengan adanya Cold storage portabel berbasis PCM dan hydrogel pack ini, nelayan diharapkan sudah tidak bergantung pada es lagi, artinya biaya operasional untuk membeli es bisa dihemat.  Apalagi material pendingin dari cold storage portabel ini bisa digunakan kembali setelah melalui proses pendinginan.

 

Kegiatan PMKI 2026 ini telah diikutti sebanyak 60 nelayan dari dua lokasi di Mentawai. Di sana mereka mendapatkan penjelasan, demonstrasi, hingga kesempatan untuk mempraktekkan pembuatan panel PCM dan PCM-hydrogel pack.

 

Empat Unit Cold Storage Diserahkan kepada Masyarakat

Setelah kegiatan tersebut rampung, tim PMKI 2026 kemudian menyerahkan unit cold storage box beserta bahan dan perlengkapan pendukung kepada perwakilan masyarakat. Harapannya, teknologi ini bisa dimanfaatkan dengan baik.

 

Bagi wilayah kepulauan seperti Mentawai yang penuh dengan keterbatasan, solusi cold chain perikanan tidak harus berupa mesin pendingin besar. Teknologi portabel yang bisa digunakan kembali justru jadi pilihan yang lebih sesuai.

 

Pemanfaatan PCM dan hydrogel pack diharapkan membantu nelayan mempertahankan mutu ikan setelah ditangkap, sekaligus menjadi alternatif ketika fasilitas pendinginan dan akses listrik belum tersedia secara optimal.



Baca Juga

 

Komentar


bottom of page