top of page

4 Penyebab Utama Kematian Dini pada Udang

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 2 hari yang lalu
  • 2 menit membaca

Budidaya udang bukanlah usaha yang selalu mulus jalannya. Banyak tantangan yang harus dihadapi petambak dan tantangan-tantangan tersebut akan mempengaruhi keberhasilan usaha.


Kematian dini menjadi salah tantangan sekaligus ancaman serius dalam budidaya udang, karena efeknya terhadap produktivitas tambak sangatlah besar.

 

Kematian dini jika tidak diantisipasi dengan baik, maka bisa memicu gagal panen dan kerugian besar bagi petambak.

 

Kematian dini dalam budidaya udang tentu tidak terjadi secara kebetulan. Pasti ada faktor penyebabnya, nah artikel kali ini akan memberikan gambaran mengenai apa saja yang bisa menyebabkan kematian dini, supaya petambak bisa mencegahnya.

 

Faktor Utama Penyebab Kematian Dini pada Udang

1. Kualitas Benur yang Rendah

Benur yang sehat adalah cikal bakal dari udang yang kuat. Untuk itu, petambak wajib memilih benur terbaik yang kualitasnya terjamin. Belilah benur udang yang berasal dari tempat pembenihan terpercaya serta memiliki sertifikasi Specific Pathogen Free (SPF).

 

Benur dengan sertifikasi ini adalah tanda bahwa benur sudah dinyatakan bebas dari kontaminasi bakteri ataupun virus karena telah melalui uji laboratorium resmi.

 

2. Serangan Penyakit Infeksius (AHPND / EMS)

Jangan kira serangan penyakit hanya datang pada fase pembesaran saja. Pasalnya, ada jenis penyakit yang memang secara spesifik menyerang udang di awal fase budidaya (DOC kurang dari 30 hari) dan menyebabkan kematian dini.

 

Penyakit yang dimaksud adalah Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND) atau yang dikenal sebagai Early Mortality Syndrome (EMS). Jika infeksi penyakit ini sudah sangat parah, biasanya udang akan mengalami kematian massal dalam waktu singkat.

 

3. Penurunan Kualitas Air Tambak

Tidak hanya penyakit, kondisi cuaca juga bisa mempengaruhi survival rate udang di awal fase budidaya. Cuaca yang buruk bisa menjadi faktor penyebab menurunnya kualitas air. Fluktuasi ekstrem pada parameter air membuat udang muda rentan mengalami stres akut dan meningkatkan risiko kematian dini.

 

4. Manajemen Lingkungan Tambak Kurang Optimal

Pemicu stres juga bisa muncul dari kondisi lingkungan udang dibudidaya. Jika lingkungan sekitar tambak tidak terawat dengan baik, misal bahan organik dalam air terlalu tinggi atau kadar amonia terlalu tinggi, maka udang akan mengalami stres berat.

 

Apalagi kondisi tersebut diperparah dengan melonjaknya bakteri vibrio dalam tambak, maka kematian dini pada udang tidak akan terelakkan.

 

Solusi Pencegahan

Kematian dini pada udang memang termasuk ancaman mengerikan untuk petambak. Dibutuhkan penanganan secara komprehensif supaya risikonya bisa ditekan.

 

Beberapa cara rekomendasi agar kematian dini bisa dihindari adalah dengan menggunakan benur bersertifikasi SPF, melakukan deteksi penyakit secara dini, memantau kualitas air secara berkala dan yang terakhir adalah memelihara kualitas lingkungan tambak secara konsisten, terutama pada kadar amonia dan bahan organiknya.



Baca Juga

1 Komentar


Reddy Anna
Reddy Anna
2 hari yang lalu

Thanks for publishing this helpful article. I enjoyed reading it and learned several useful points from your insights. Reddy Anna

Suka
bottom of page