• Redaktur: Yos Mo

Usung "Traceability" Perikanan, Indonesia Memperoleh USD 58 Juta dari Pameran SENA


Delegasi Indonesia sukses memperoleh transaksi senilai US$ 58 juta dari pameran SENA (Seafood Expo North America) 2017 yang digelar di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat pada 19-21 Maret 2017.

SENA adalah pameran kelautan dan pengolahan hasil laut terbesar di kawasan Amerika yang diikuti ribuan peserta dari puluhan negara.

produk perikanan Indonesia / foto: antaranews.com

Kementerian Kelautan dan Perikanan yang memimpin delegasi Indonesia dalam SENA 2017 membawa belasan pelaku industri perikanan. Dalam pameran SENA ini, Indonesia mengusung program pentingnya program ketelusuran produk (traceability) perikanan, dengan tema "Indonesia Seafood: Naturally Diverse" dan tagline "Safe and Sustainable".

"Traceability" adalah cara melacak asal-usul suatu produk yang dilakukan dengan menelusuri setiap tahapan budi daya, mulai dari sejak awal sampai akhir proses produksi, dan juga penelusuran produk tersebut hingga diedarkan ke konsumen terakhir.

"Traceability" harus dilakukan terkait keamanan pangan yang merupakan isu krusial dalam pemasaran produk perikanan di tingkat internasional.

Eksportir seafood Indonesia menempati booth nomor 3133 seluas 270 meter di SENA 2017. Dalam SENA 2017 terdapat potensi transaksi bisnis yang sangat besar, delegasi Indonesia berhasil meraup transaksi hingga mencapai USD 58 juta.

Produk perikanan Indonesia yang diminati pembeli, antara lain udang, tuna, mahi-mahi, kerapu, cumi-cumi, gurita, kakap merah, oilfish, swordfish, wahoo, crab, kingfish, dan berbagai produk olahan.

Amerika Serikat merupakan pasar potensial bagi produk perikanan Indonesia, mengingat negara yang dipimpin oleh Donald Trump tersebut merupakan importir ikan dan produk perikanan terbesar di dunia.

Menteri Susi Pudjiastuti saat kunjungi SENA 2016 / foto: kkp.go.id

85 hingga 90 persen konsumsi ikan di Amerika Serikat merupakan produk impor. Nilai ikan dan produk perikanan yang diimpor Amerika Serikat dari berbagai negara mencapai USD 14,6 miliar pada tahun 2016.

Saat ini AS merupakan tujuan ekspor terbesar produk perikanan Indonesia dengan nilai USD 1,6 miliar pada tahun 2016, dengan udang sebagai produk ekspor utama.

Pelaku industri kuliner berperan besar dalam mempengaruhi tren dan arah permintaan pasar produk perikanan di Amerika Serikat.

Sejumlah chef ternama di AS yang menjadi narasumber dalam sesi presentasi di SENA 2017 menyatakan bahwa mereka sangat mementingkan aspek organik, keberlanjutan, dan keterlacakan dalam pemakaian produk perikanan.

Keputusan konsumen AS dalam berbelanja berbagai produk perikanan siap saji dipengaruhi oleh bentuk kemasan yang menarik dan inovatif dengan cita rasa unik.

Di sela-sela pameran Seafood Expo North America 2017, digelar dialog Indonesian Fisheries Roundtable Meeting mengenai kebijakan serta perkembangan industri perikanan Indonesia kepada berbagai pemangku kepentingan di AS.

Indonesian Fisheries Roundtable Meeting dihadiri para pemasok produk perikanan Indonesia dan buyers.

BACA JUGA INFORMASI TERKAIT

Hubungi Customer Sales Representative kami di

Indah Sari Windu Medan: Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia Telp: 061 4571 224

Up. Cherrie Gisela

0812 6083 0602

#sumberdayaperikanan #seafoodimportmonitoringprogramSIMP #SENA

62 tampilan

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon