• Redaktur: Maulina Siregar

Perhatikan Kondisi Berikut agar Kincir Air Tambak Dapat Bekerja Maksimal


Kualitas air adalah perhatian utama dalam sistem budidaya intensif, terutama pada kondisi tebar tinggi yang padat. Dalam kondisi tersebut, manajemen air yang buruk sering menyebabkan kadar konsentrasi oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO) menjadi tidak memadai. Juga menyebabkan konsentrasi amonia, nitrit, hidrogen sulfida dan karbon dioksida berubah menjadi level yang berbahaya. Akibatnya, berdampak pada kematian organisme. Dengan demikian, deplesi konsentrasi oksigen terlarut adalah faktor yang harus dicegah dan senantiasa dijaga.

Untuk mencegah penipisan kadar oksigen terlarut (DO) di dalam kolam atau tambak, diperlukan bantuan aerator. Aerasi secara terus menerus berarti mendistribusikan kadar oksigen ke seluruh lapisan air. Di antara perangkat aerator yang ada, paddle wheel aerator atau disebut juga kincir air tambak, masih menjadi andalan.

Kincir air tambak selain ekonomis, juga bertenaga dan efektif untuk dipasang di kolam atau tambak ikan maupun udang. Kincir air mampu meningkatkan kuialitas oksigen, mencegah dekomposisi anaerobik dari bahan organik yang menumpuk di dasar kolam atau tambak serta mencegah stratifikasi termal.

Pengoperasian kincir air tambak. Foto: maofmadan.com

Sebelum mengoperasikan kincir air tambak, alangkah baiknya Anda dapat melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan kincir. Dan terpenting memposisikan kincir air tambak sesuai dengan kebutuhan kolam atau tambak Anda. Sehingga kincir air dapat bekerja secara maksimal. Berikut panduan penggunaan sebelum mengoperasikan kincir air tambak.

  1. Pemeriksaan suku cadang : Lakukan inspeksi semua suku cadang, apakah ada yang longgar, abnormal, atau tidak sesuai

  2. Instalasi aerator : Untuk menempatkan aerator dalam kolam atau tambak, dapat menggunakan tali nilon. Hal ini penting untuk membuat kincir air tambak dalam posisi stabil. Bila posisi kincir tidak stabil, tentu dapat menyebabkan kerusakan peralatan, aerator melayang dan pasokan oksigen tak terpenuhi.

  3. Ikat kabel : kabel harus diikat secara aman dan jangan sampai mempengaruhi operasi impeller.

  4. Penempatan kincir keseluruhan : Aerator harus ditempatkan minimal satu meter dari daratan, impeller (kincir) harus tenggelam dalam air dengan kedalaman 7-9 cm.

  5. Perhatikan arah dan posisi kincir air pada tambak : Kombinasi arah dan posisi harus searah jarum jam menghasilkan kondisi pusaran air yang mampu mengarahkan kotoran di dasar tambak ke arah pembuangan air tambak. Dengan demikian kondisi air tambak tetap sehat.

  6. Operasional :

  • Setelah memastikan kincir dipasang pada posisi yang tepat, ujilah kekuatan kincir. Jika ditemukan kelainan apapun selama pengujian, harap matikan daya sesegera mungkin dan tarik aerator ke daratan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sangat dilarang untuk berdiri di dalam air ketika aerator masih beroperasi.

  • Setelah menguji kincir, matikan. Lakukan pengecekan apakah pelumas di bagian peredam dalam keadaan cukup. Anda dapat membuka bagian lubang lubricant untuk memeriksa secara visual ketinggian pelumas di peredam. Tingginya tidak boleh lebih rendah dari titik gear dalam peredam.

  • Setiap instalasi yang tidak te.pat akan membuat aerator rusak dan efisiensi tak tercapai

  • Untuk menghidari resiko sengatan listrik, matikan listrik sebelum dihubungkan dengan kabel.

  • Pastikan tegangan dan phase seusai dengan indikasi atau petunjuk pabrikan. Jika tidak tepat pasokan listrik dan tegangan maupun phase akan menyebabkan kerusakan motorik.

INFORMASI TERKAIT KINCIR AIR TAMBAK


Hubungi Sales Representative kami.

HP: 0823 6063 6356 / 0823 8382 6661

Medan: Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia

#kincirair #aerator #kadaroksigenterlarut #kualitasair #tambakudang #tambakikan #kincirolimpia #kincirairtambak

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon