• Redaktur : Maulina Siregar

Mempersiapkan Tambak dan Manajemen Pakan Udang Galah


Udang galah (fresh water shrimp) adalah jenis udang air tawar yang membutuhkan kolam yang rata atau landai sebagai tempat budidayanya. Kolam terbaik adalah jenis kolam tanah. Sumber air bisa dari air tanah atau permukaan. Perencanaan konstruksi kolam atau tambak udang galah harus mempertimbangkan kebutuhan biologis spesies. Sebab seringnya kegagalan tambak udang galah disebabkan karena konstruksi kolam yang tak dapat membendung air dengan baik, sedimentasi yang cepat, serta kolam atau tambak yang terlalu curam.

Petambak tentunya tidak ingin biaya lebih banyak dihabiskan untuk konstruksi tambak udang galah. Namun, sebaiknya minimalkan resiko yang terkait dengan kesalahan konstruksi tambak atau kolam.

Berikut persyaratan minimum yang direkomendasikan untuk kolam atau tambak udang galah :

  • Lebar minimal delapan kaki hingga 10 kaki (satu kaki=0,3 meter).

  • Suhu air antara 65 derajat Fahrenheit-95 derajat Fahrenheit.

  • Kesadahan air 20-150 ppm.

  • pH air di bawah 9.

  • Aerasi terus menerus yang dapat dilakukan dengan mengandalkan diffuser, kincir air tambak dan aerator lainnya. Kolam atau tambak yang besar mungkin memerlukan aerator dengan kapasitas 3 phase.

  • Kadar oksigen terlarut 3,0 ppm.

  • Pasokan makanan yang berlimpah. Kombinasi antara pelet dan zooplankton, khususnya setelah bulan pertama.

  • Zooplankton adalah makanan terbaik untuk udang galah berukuran kecil. Di kolam atau tambak harus dikondisikan pemupukan organik dan anorganik sehingga tidak terjadi peledakan zooplankton ataupun fitoplankton.

  • Pengendalian gulma dengan cara menebar ikan jenis grass carp.

  • Pengendalian predator wajib dilakukan.

  • Visibilitas ke dalam kolom air harus kurang dari 18 inci.

  • Pertimbangkan proses pengapuran untuk kolam/tambak sebelum kolam atau tambak dimanfaatkan untuk proses pemupukan.

  • Kebutuhan pakan alami akan berkembang seiring proses pemupukan yang merangsang pertumbuhan fitoplankton dan zooplanton.

Udang galah (fresh water shrimp). Foto:http://gardenculturemagazine.com/

Jika hendak melakukan penebaran benih (stocking) udang galah, harus dilakukan secara hati-hati. Jangan sampai kolam atau tambak justru dipenuhi gulma. Penebaran benih sebaiknya dilakukan selama hari. Sebab jika terlalu lama kolam bisa dimasuki serangga, katak bahkan ular.

Kondisi air jernih dapat mendorong pertumbuhan gulma. Ditambah penetrasi cahaya hingga ke dasar kolam juga memungkinkan lumut dan tanaman berakar tumbuh. Udang termasuk spesies udang galah tidak terlalu suka cahaya, sehingga akan menghuni bagian kolam atau tambak yang lebih dasar. Jika pertumbuhan gulma diiringi dengan pertumbuhan ganggang, hindari perlakuan kimia. Penggunaan bahan kimia akan berdampak menjadi racun pada udang, sekalipun pada konsentrasi atau dosis yang dianjurkan untuk membunuh gulma.

Di sisi lain, bila gulma dibiarkan tumbuh, produksi udang akan lebih rendah dari yang diharapkan dan panen akan sulit. Oleh karena itu untuk membasmi gulma disarankan menggunakan pewarna yang larut dalam air.

Penebaran benih ikan grass carp berukuran tiga inci di kolam atau tambak udang galah disarankan dengan komposisi tebar 80 per acre (satu acre=0,4 hektar). Keberadaan ikan grass carp tidak untuk mengonsumsi udang muda, sehingga kelangsungan hidup nya tidak akan menurun.

Sekali lagi, persiapan tambak atau kolam udang galah harus menerapkan metode manajemen pakan yang baik. Dimulai dari proses stocking hingga pertama kalinya pakan dimasukkan ke dalam tambak atau kolam. Selama periode ini, kolam dikelola untuk menghasilkan zooplankton yang berfungsi sebagai makanan udang galah muda. Biji kapas juga merupakan sumber pakan organik yang baik untuk udang galah muda. Adapun pupuk anorganik yang sebaiknya digunakan dalam pakan komersil haruslah mengandung nitrogen dan fosfor.

Pengendalian pakan pakan,penebaran benih, konstruksi tambak udang galah harus dilakukan secara matang. Penting untuk menjamin pasokan makanan yang melimpah agar udang muda tumbuh optimal dan mencegah pertumbuhan gulma air. Dan, sebagai catatan, ketika air akan memenuhi tambak atau kolam, harus terlebih dahulu melewati sebuah kain atau jala sebagai filter dengan ketebalan 100 mikro, sehingga organisme pemangsa dapat diminimalisasi. Dan, dengan ketebalan kain filter 100 hingga 300 mikron, organisme lain akan terjaring. (*)

Baca Juga:

Hubungi Customer Sales Representative kami di

Indah Sari Windu Medan: Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia Telp: 061 4571 224 - 0812 6065 5496 Up. Teguh Raharjo

#udanggalah #freshwatershrimp #tambak #pakan #penebaranbenihstocking #tambakudanggala #tambakudang

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon