• Redaktur: Audri Rianto

Pengelolaan Hama dan Penyakit Udang Vaname


Hama dan Penyakit menjadi penyebab kematian udang secara massal. Untuk menghindari hal itu, tentu perlu dilakukan pengelolaan yang tepat. Pengelolaan hama dan penyakit pada udang dilakukan dengan dua tindakan, yaitu pencegahan dan pengendalian.

Pencegahan dilakukan dengan tujuan untuk menghindarkan hama dan penyakit timbul pada tambak sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan udang. Sementara pengendalian merupakan upaya untuk menghilangkan gangguan hama dan penyakit yang sudah timbul pada tambak dan menginfeksi udang yang berpotensi mengancam keberlanjutan usaha budidaya.

Sumber: agrotani.com

Tindakan pencegahan harus dilakukan dari awal, yakni dimulai dari persiapan tambak hingga waktu panen tiba. Persiapan lahan meliputi penetralan kadar asam pada tambak dan membuang segala jenis makhluk hidup yang tersisa pada lahan yang berpotensi menjadi hama dan parasit sumber penyakit bagi udang pada saat proses budidaya berlangsung.

Hama

Hama merupakan segala organisme yang keberadaannya tidak diinginkan dan dianggap merugikan. Pada usaha budidaya udang, hama terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu pemangsa, penyaing, perusak sarana dan pencuri. Jika terdapat organisme dengan ciri seperti ini pada tambak saat proses budidaya berlangsung, maka segeralah lakukan tindakan dengan cara membuang organisme-organisme tersebut dari dalam tambak.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah masuknya hama pada tambak adalah dengan melakukan kontrol keliling secara berkala, memasang filter atau saringan pada saluran air masuk, pemasangan tali senar sebagai penghalau burung di permukaan tambak, dan lain sebagainya.

Penyakit

Penyakit udang yang timbul saat proses budidaya berlangsung dapat disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, dan protozoa. Daya infeksi penyakit tersebut berbeda-beda, tergantung dari lingkungan dan ketahanan udang itu sendiri.

Menurut sifatnya, penyakit udang terbagi menjadi dua, yaitu patogenik dan non patogenik. Penyakit bersifat patogenik memiliki tingkat tingkat kematian yang tinggi yang biasanya disebabkan oleh virus, seperti white spot disease, vibrio dan myo. Sementara penyakit non patogenik memiliki tingkat kematian yang lebih rendah, seperti penyakit keropos udang, penyakit udang kram, dan penyakit udang berenang abnormal.

Untuk itu, pengelolaan air perlu dilakukan sepanjang proses budidaya untuk menghindarkan udang dari keadaan stres, karena hal tersebut dapat menurunkan antibodi yang membuat udang lebih mudah terserang penyakit. Jika pembentukan antibodi berjalan dengan bik serta media budidaya terjaga, tentu penyakit tidak akan mudah timbul.

Baca Juga:


CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon