• Redaktur: Audri Rianto

Umur Udang Memengaruhi Tekstur Dasar Tambak


Praktik budidaya udang di Indonesia umumnya masih masih menggunakan cara tradisional. Tambak tradisional merupakan tambak yang kegiatannya masih dilakukan dengan manajemen sederhana. Hal tersebut ditandai dengan penerapan teknologi yang masih rendah atau belum sempurna.

Dengan begitu, kesuburan tanah menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan budidaya yang ideal. Tambak dengan keadaan tanah yang baik dapat dilihat dari tekstur, kandungan C, N dan P pada lapisan top soil dan sub soil nya.

Keempat faktor tersebut ternyata dapat berubah-ubah selama proses budidaya berjalan. Umur udang diketahui menjadi penyebab berubahnya keempat faktor tersebut. Dari penelitian yang dilakukan oleh Yuni Puji Hastuti dkk dari Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Sulawesi Selatan, menunjukkan bahwa semakin bertambahnya usia udang, maka tanah dasar tambak akan mengalami perubahan.

Tekstur Tanah

Pengamatan tekstur tanah dilakukan pada top soil (0-5 cm) dan sub soil (5-15 cm). Dapat dilihat dari tabel di atas, semakin bertambahnya usia udang, maka jumlah N anorganik akan meningkat pada top soil, sementara tekstur tanah akan mulai berubah saat udang memasuki usia 60 hari. Peningkatan N ini merupakan bukti bahwa dasar tambak mengalami penumpukan unsur N selama proses budidaya berlangsung.

Kelimpahan Bakteri Penghasil Nitrit

Kelimpahan bakteri turut mengalami penurunan dan peningkatan di setiap kedalaman tanah selama proses budidaya berlangsung. Dapat dilihat pada tabel bahwa di setiap kedalaman tanah, kelimpahan bakteri mengalami penurunan saat udang memasuki usia 30 hari lalu mengalami peningkatan yang cukup drastis saat udang memasuki usia 60-90 hari.

Kelimpahan Amonium

Kelimpahan amonium secara drastis hanya terjadi pada top soil, yakni pada kedalaman 0-5 cm dari permukaan dasar tambak. Hasil tersebut juga membuktikan bahwa usia udang berbanding lurus dengan kelimpahan bakteri penghasil amonium dalam tanah tambak. Semakin bertambah usia udang, maka produksi amonium juga mengalami peningkatan.

Peningkatan senyawa amonium menjadi tanda bahwa tambak akan mengalami peningkatan toksisitas dan sangat beracun bagi udang. Penting bagi petambak untuk mengimbangi peningkatan senyawa tersebut dengan melakukan aerasi secara teratur dan terarah.

Baca Juga:

#umurudangdanteksturtanah

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon