• Redaktur: Audri Rianto

6 Tahap Budidaya Ikan Gabus Untuk Pemula


Ikan gabus termasuk ke dalam ikan predator air tawar yang diminati leh masyarakat. Hal ini tentu didasari dari rasa dagingnya yang gurih serta harganya yang relatif terjangkau. Ketertarikan masyarakat akan ikan gabus tentu berimbas kepada permintaan pasar yang tiada henti. Hal inilah yang memberikan peluang terkait usaha budi daya ikan gabus.

Sumber: tribunnews.com

Bagi anda yang berniat membudidayakan ikan gabus, maka anda wajib mengetahui seluk beluknya, mulai dari sifatnya serta cara hidupnya. Ikan gabus dikenal gampang hidup dalam semua keadaan lingkungan. Namun, pengawasan tetap harus dilakukan agar pertumbuhan ikan gabus dapat berjalan dengan baik. Berikut ini cara budi daya ikan gabus untuk anda.

1. Pemilihan Tempat

Hal pertama yang harus anda lakukan sebelum memulai usaha budi daya ikan gabus adalah memilih tempat yang ideal. Anda dapat menggunakan kolam tanah, kolam terpal maupun kolam beton sesuai dengan kebutuhan anda.

2. Memilih Indukan Ikan Gabus

Langkah selanjutnya adalah memilih indukan ikan gabus yang sehat dan aktif. Selain itu, anda juga harus membedakan jenis kelamin antara induk jantan dan induk betina.

Ikan gabus jantan memiliki ciri-ciri berupa bentuk kepala oval, kulit sedikit gelap serta lubang genital berwarna merah dan jika ditekan, maka akan mengeluarkan cairan bening.

Sedangkan ikan gabus jantan memiliki ciri-ciri berupa bentuk kepala yang bulat, warna tubuh kontras dan cukup cerah, dan pada lubang genital bila ditekan akan mengeluarkan telur serta memiliki bentuk perut yang lebih besar.

3. Proses Pemijahan

Campurkan beberapa induk jantan dan betina, sebanyak20 hingga 30 indukan. Biarkan induk ikan gabus berada di dalam kolam selama 3-4 hari dan usahakan agar air tetap dalam keadaan mengalir selama proses pemijahan berlangsung.

Anda juga dapat menambahkan beberapa tanaman air ke dalam kolam, dan kontrol ketinggian air pada kisaran 50 cm.

Jika telur sudah menetas, anda dapat membiarkan anakan ikan gabus tersebut karena selain untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, mereka juga masih memiliki cadangan makanan sendiri selama lebih kurang 2 hari.

3. Perawatan Larva Ikan Gabus

Saat berusia 2 hari

Setelah memasuki usia 2 hari setelah menetas, maka anda harus memberi makan larva ikan gabus tersebut. Pakan yang digunakan ialah pakan yang bernutrisi serta ukurannya sesuai dengan mulut larva ikan gabus. Artemia bisa anda jadikan pilihan yang pas untuk diberikan pada lara gabus tersebut. Pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari.

Saat berusia 5 hari

Pakan tetap diberikan sebanyak 3 kali sehari dan jika perlu, anda dapat menambahkan pakan tambahan, dan jangan lupa untuk rutin mengganti air kolam dengan kelancaran sirkulasi udara dan air.

4. Penebaran Benih

Penebaran benih pada kolam dilakukan saat anakan ikan gabus sudah memasuki usia 2 minggu. Penebaran benih dapat dilakukan pada pagi hari saat benih belum diberi makan. Keesokan harinya, baru ikan diberi makan dengan pakan berupa pelet.

5. Pemberian Pakan

Anda dapat memberikan pakan pabrikan atau juga memberikan pakan alternatif. Ada juga dapat membuat pakan sendiri dari campuran bahan-bahan organik, seperti ampas tahu, dedak bekatul dll. Caranya adalah dengan merebus keseluruhan bahan kemudian digiling menjadi satu, selanjutnya rebus campuran pakan tersebut.

Karena memiliki sifat kanibalisme, maka anda disarankan untuk terus melakukan pengontrolan sesering mungkin.

6. Proses Pemanenan

Pemanenan ikan gabus dilakukan berdasarkan permintaan pasar. Usahakan ikan gabus yang dipanen dalam keadaan yang sama, baik bentuk tubuh maupun bobotnya. Maka dari itu, anda perlu melakukan penyortiran. Upaya tersebut dilakukan demi meningkatkan harga jual ikan gabus.

Baca Juga:

#budidayaikangabus #ikangabuskolamterpal

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon