• Redaktur: Audri Rianto

3 Aspek Utama Dalam Mewujudkan Tambak Berkelanjutan


Budidaya udang merupakan jenis usaha dengan potensi menghasilkan yang cukup besar. Indonesia sendiri dikenal sebagai negara yang rutin mengekspor udangnya ke beberapa negara. Ekspor udang ini tentu berhubungan dengan permintaannya yang tidak pernah surut baik di pasar domestik dan tradisional. Dengan demikian, budidaya udang secara berkelanjutan menjadi hal yang penting untuk dicapai oleh para petambak demi memenuhi permintaan pasar. Untuk mencapai budidaya udang secara berkelanjutan, tambak harus memenuhi 3 aspek.

Sumber: myedisi.com

Aspek Teknologi

Penerapan aspek teknologi pada tambak udang dinilai sangat penting untuk dipenuhi. Teknologi mumpuni mampu menciptakan tambak dengan produksi yang stabil. Beberapa teknologi yang umum digunakan dalam tambak adalah penggunaan aerator sebagai penyuplai oksigen pada tambak. Pemberian pakan dengan formula yang tepat juga menjadi kunci dalam stabilitas produksi pada tambak. Dengan terpenuhinya aspek teknologi dengan baik, tentu tambak akan berproduksi secara berkelanjutan.

Aspek Sosial

Aspek sosial berkaitan dengan pendapatan masyarakat sekitar tambak. Usaha tambak udang dapat dikatakan berhasil apabila mampu meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat di sekitarnya. Dengan kata lain ialah pengusaha tambak sudah sepatutnya mempekerjakan masyarakat sekitar dalam menjalankan usahanya. Hubungan baik yang tercipta antara pengusaha tambak dan masyarakat dinilai mampu memperpanjang umur usaha itu sendiri, sehingga budidaya berkelanjutan dapat tercapai.

Aspek Lingkungan

Selain menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar, tambak juga wajib ramah terhadap lingkungannya. Usahakan agar tambak yang ada tidak mengganggu atau merusak lingkungan. Salah satu cara agar tambak lebih ramah lingkungan adalah dengan melakukan penebaran yang sesuai dengan daya tampung tambak itu sendiri. Menghindari penebaran udang secara berlebihan diketahui mampu meminimalisir produksi limbah saat musim panen tiba.

Selanjutnya, tambak juga harus memiliki instalasi pengolahan limbah yang baik, tendon air dan sistem resirkulasi serta klasterisasi. Hal tersebut akan berujung kepada peningkatan produktivitas lahan dan kesinambungan budidaya itu sendiri. Selain tambak berproduksi dengan optimal, lingkungan juga tetap asri dan bersih.

Baca Juga:


CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon