• Redaktur : Maulina Siregar

KKP Mendorong Sumut Sebagai Daerah Budidaya Kakap Putih


Selain kerapu, kakap putih menjadi alternatif komoditas perikanan unggulan dalam negeri dengan potensi ekspor yang tinggi. Bila kerapu hanya mendominasi penjualan untuk pasar HongKong dan China, kakap putih punya peluang pasar yang lebih luas. Sebab kakap putih tak melulu diekspor dalam bentuk ikan segar. Melainkan juga dalam bentuk beku dan fillet. Oleh karena itu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) giat mendorong budidaya kakap putih. Bahkan menurut Slamet Soebjakto Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Sumatera Utara (Sumut) adalah daerah yang dinilai cocok untuk memaksimalkan budidaya kakap putih.

Selama ini usaha budidaya kakap putih dilakukan dengan cara menerapkan sistem demonstration farm (demfarm) di karamba jaring apung (KJA) yang berlokasi di sekitar Perairan Belawan, Sumatera Utara. KKP memproyeksikan target produksi dalam waktu lima tahun ke depan adalah 17,31% per tahun. Dengan kata lain, pada tahun 2019 dapat mencapai 589.800 ton.

Di Asia, budidaya kakap putih selain dilakukan secara alami juga dengan sistem keramba jaring apung. Foto: compleatanglernedlands

Budidaya kakap putih, menurut Slamet, tidak sulit dilakukan. Apakah dipelihara secara alami atau dipelihara dengan sistem keramba jaring apung, sama-sama bisa menghasilkan panen yang optimum.”Dibudidayakan dengan metode keramba jaring apung pun hanya memerlukan waktu beberapa bulan saja,”ujar Slamet seperti dikutip dari okezone.

Budidaya kakap putih dengan keramba jaring apung disarankan dengan ukuran keramba 3mx3m hingga 10mx10m dengan kedalaman 2m-3m. Pada keramba jaring apung, disarankan kepadatan tebar benih berada pada range 15-40 kg per m³. Meskipun tak jarang ditemukan kepadatan tebar benih hingga 60 kg/m³. Adapun pada sistem resirkulasi, kepadatan tebar benih disarankan 15 kg/m³.

Di Australia teknik ini disebut free ranging. Di Asia, budidaya kakap putih bisa juga dilakukan dengan sistem polikultur, digabung dengan nila sebagai sumber makanan.

Perhatikan Pemberian Pakan

Kebanyakan kakap putih diberi pakan berupa pelet. Meski demikian “bangkai ikan” (ikan rucah) masih digunakan di beberapa daerah sebagai pakan kakap putih karena dianggap lebih murah dan mudah didapatkan dibandingkan pelet. Kakap putih diberi makan ikan rucah dua kali sehari. Pemberian pakan disarankan sejalan dengan pemberian vitamin premix yang dapat ditambahkan pada bangkai ikan dengan komposisi dua persen. Atau bisa juga dikombinasikan dengan dedak padi untuk meningkatkan nafsu makan. Adapun rasio konversi makanan kakap putih terhadap ikan rucah biasanya berkisar 4:1 sampai 8:1.

Pelet yang diberikan sebagai pakan kakap putih, umumnya diberikan dua kali sehari khususnya saat musim panas. Dan sekali sehari ketika musim dingin tiba. Kebanyakan peternak memberikan pakan dengan pengumpan otomatis. (*)

Hubungi Customer Sales Representative kami di

Indah Sari Windu Medan: Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia Telp: 061 4571 224 - 0812 6065 5496 Up. Teguh Raharjo

#kakapputih #KementerianKelautandanPerikananKKP #kerambajaringapung #SumateraUtara

112 tampilan

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon