Ikan di Jayapura Beracun Akibat Polusi Laut. Bukti Pentingnya Menjaga Lingkungan

January 26, 2019

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jayapura menyebutkan bahwa ikan yang ada di laut Jayapura banyak terkontaminasi sampah plastik. Oleh karena itu, ikan di perairan Jayapura dinyatakan tidak layak untuk dikonsumsi.

 

FX Mote, selaku kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jayapura mengatakan hal itu disebabkan oleh masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke laut.

Sumber: lingkunganhidup.co

 

Penggunaan peralatan berbahan plastik oleh masyarakat juga masih sangat tinggi, salah satunya adalah penggunaan kantong plastik. Padahal, walikota Jayapura, Benhur Tommy Mano sudah memiliki program beberapa waktu lalu untuk tidak menggunakan kantong plastik ketika berbelanja. Nyatanya, program tersebut tidak dapat terealisasi dengan baik.

 

Menurut Mote, ikan akan menjadi sangat baik dan menyehatkan, apabila tidak terkontaminasi sampah. “Apalagi saat ini sudah sering ditemukan ikan beracun karena memakan sampah-sampah plastik yang dibuang ke laut, kemudian dikonsumsi oleh masyarakat. Pada akhirnya, ikan-ikan tersebut bisa menyebabkan penyakit pada manusia”, ujarnya.

 

Ikan-ikan beracun tersebut belakangan ini sering dijumpai oleh masyarakat. Oleh karena itu, masalah tersebut membutuhkan perhatian dan penanganan secara serius, terutama dari pihak-pihak terkait.

 

Untuk kedepanya, setelah kampanye bersih-bersih pantai dan laut digaungkan kembali, harapannya adalah masyarakat menjadi semakin sadar untuk menjaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah ke laut.

 

Penyebab Pencemaran Laut

Selain karena semakin banyak penumpukan sampah plastik, ada beberapa faktor utama lainnya yang menyebabkan tercemarnya laut. Di antaranya adalah.

 

1. Pembuangan Limbah Industri

Limbah pabrik yang langsung dialirkan ke perairan tentu dapat menyebabkan pencemaran yang membahayakan biota yang ada di perairan tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa limbah industri sangat banyak mengandung beragam logam berbahaya, seperti merkuri, arsenic, timbal dan lain sebagainya.

 

Zat-zat tersebut sangat sulit bahkan tidak bisa diuraikan dengan baik oleh mikroorganisme yang ada di laut, hal inilah yang akhirnya mengakibatkan pencemaran air laut. Dampaknya adalah banyak komponen ekosistem laut akan mati. Bahkan, ikan yang terkontaminasi oleh zat-zat tersebut akan menjadi beracun dan membahayakan apabila dikonsumsi oleh manusia.

 

2. Pertambangan pada Lepas Pantai

Pencemaran pada laut juga dapat terjadi karena adanya aktivitas pertambangan di daerah lepas pantai. Sama seperti pabrik, pertambangan juga menciptakan limbah berbahaya. Karena berada di tengah laut, satu-satunya tempat pembuangan limbah tersebut adalah laut.

 

Akibat tumpahan minyak yang terjadi secara terus-menerus, maka kondisi air laut akan berubah. Limbah minyak yang dihasilkan tentu mengandung zat berbahaya yang dapat mengganggu kehidupan yang ada di laut. Tidak hanya ikan, terumbu karang juga akan mengalami kerusakan.

 

3. Eksploitasi Ikan

Istilah ini merujuk kepada penggunaan alat tangkap ikan ilegal yang dilakukan oleh nelayan. Peralatan yang dimaksud adalah menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan.

 

Akibat ledakan tersebut, terumbu karang akan rusak. Belum lagi zat berbahaya sisa ledakan akan mengendap pada laut yang akan membahayakan kehidupan biota laut.

 

Cara Penanggulangan

Walaupun untuk membersihkan pencemaran laut secara menyeluruh sangat sulit untuk dilakukan. Tapi, kita dapat melakukan beberapa cara dengan tujuan untuk mengurangi pencemaran tersebut agar tidak semakin bertambah dan membahayakan.

 

Seperti yang diungkapkan oleh walikota Jayapura sebelumnya, yaitu dengan mengurangi penggunaan kantong plastik pada aktivitas sehari-hari, tentu dapat mengurangi tumpukan sampah plastik yang akan terbuang ke lautan.

 

Bagi pemilik usaha industri sebaiknya melakukan pengolahan limbah dengan baik. Agar sebelum dialirkan ke perairan lepas, limbah sudah menjadi ramah lingkungan dan tidak membahayakan kehidupan laut.

 

Para nelayan sebaiknya menggunakan alat tangkap yang legal sesuai aturan yang telah ditetapkan. Karena selain merusak lingkungan, penggunaan alat tangkap ikan ilegal juga termasuk ke dalam tindakan melanggar hukum.

 

Penting dilakukan manajemen dan pengolahan limbah yang baik guna menciptakan lingkungan yang lebih baik. Mari bersama kita jaga dan cintai lingkungan demi kehidupan yang lebih baik.

 

 

Baca Juga:

Please reload

Featured Posts

Pakan Udang Bernutrisi dari Campuran Molase dan Tepung Ikan

January 8, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts
Please reload

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon