Industri Perikanan Thailand masih Dihantui Perbudakan Manusia

November 18, 2019

Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) mengumumkan penangguhan kebijakan perdagangan preferensi untuk Thailand di bawah Sistem Preferensi Umum (GSP) pada Oktober silam.

 

Penangguhan ini sangat berpengaruh terhadap lebih dari 500 produk, termasuk dalam industri makanan laut asal Thailand dan akan mulai diberlakukan pada 25 April tahun depan.

 Sumber: detik.com

 

Alasan AS menerapkan langkah ini adalah karena Thailand dianggap gagal dalam melindungi hak-hak pekerja secara memadai. Sejumlah kalangan merasa agak meragukan motif sebenarnya dari tindakan tersebut, namun laporan dari beberapa bulan mengenai kondisi kerja yang buruk di Thailand telah menunjukkan bahwa langkah tersebut tidak sepenuhnya tanpa dasar.

 

Nasib Para Pekerja Perikanan

Terpikat janji upah yang lebih baik oleh pialang, setidaknya ada 18 anggota awak kapal akan berangkat dari Thailand ke Iran awal tahun ini. Segalanya berjalan lancar hingga ketika mereka memasuki perairan Somalia, ketika bendera kapal ditukar menjadi bendera negara Afrika Timur itu.

 

Para nelayan tiba-tiba merasa terjebak dan tidak diizinkan meninggalkan kapal dan upah mereka ditahan. Nasib semakin buruk ketika kapal mulai kehabisan bahan bakar dan persediaan makanannya.

 

Laporan mengenai mereka terdampar di kapal pukat ikan dalam kondisi mengalami eksploitasi dan diperlakukan layaknya budak di lautan lepas Somalia muncul pada Agustus lalu. Laporan ini akhirnya mengungkapkan praktik curang di sektor perikanan.

 

Thailand memang sudah mengubah dan menegakkan peraturannya, tapi ini adalah kejahatan lintas batas. Kapal penangkap ikan tak menggunakan bendera Thailand jika sedang ada pengawasan,” ujar aktivis HAM Thailand, Tungpuchayakul.

 

Dia menegaskan bahwa kerja paksa dan tindakan eksploitasi tidak dapat terdeteksi saat kapal Thailand beroperasi di perairan Thailand, namun tidak dengan kapal yang mengibarkan bendera asing.

 

 

 

Baca Juga:

Please reload

Featured Posts

Pakan Udang Bernutrisi dari Campuran Molase dan Tepung Ikan

January 8, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts
Please reload

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon