Pengaruh pH Terhadap Keberadaan H2S pada Tambak

Kemunculan H2S menjadi suatu musibah dalam budidaya udang. Hal ini karena sifat dari H2S itu sendiri yang sangat beracun dan mematikan bagi udang. Untuk itu, setelah tambak terindikasi mengalami kenaikan H2S, maka pembudidaya dituntut untuk segera mengatasinya sebelum udang mengalami kematian massal.

 

Keberadaan H2S disebabkan oleh proses penguraian bahan organik di dasar tambak yang terjadi secara terus-menerus. Penguraian bahan organik ini juga membuat pH mengalami penurunan, hingga tambak bersifat asam.

Sumber: cendananews.com

 

Dengan kata lain, fluktuasi pH yang terjadi memberikan pengaruh terhadap keberadaan H2S pada tambak.

 

Pada umumnya, tambak produktif memiliki kadar pH yang netral, yaitu pada kisaran 7 – 9. Kemunculan H2S pada tambak terjadi saat pH berada di bawah 6,5. Dengan kata lain, semakin asam lingkungan tambak, maka semakin tinggi kadar toksisitas dari H2S.

 

Selain pH, kemunculan H2S pada tambak juga dipengaruhi oleh suhu. Berlawanan dengan pH, toksisitas H2S akan meningkat disaat suhu air tambak dalam keadaan tinggi. Oksigen terlarut dalam air juga turut memberikan pengaruh terhadap kehadiran H2S pada tambak.

 

Jika tambak kaya akan oksigen terlarut, maka kadar H2S pada tambak akan mengalami penurunan. Hal ini karena keberadaan oksigen dapat mengubah H2S menjadi ion yang tidak bersifat racun.

 

 

Baca Juga:

Please reload

Featured Posts

Pakan Udang Bernutrisi dari Campuran Molase dan Tepung Ikan

January 8, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts
Please reload

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon