3 Teknologi Untuk Meningkatkan Hasil Panen Tambak Garam

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara maritim yang dihimpit oleh lautan luas. Namun, produksi garam Indonesia dinilai kurang dan belum bisa mencukupi kebutuhan. Untuk itu, mau tidak mau Indonesia harus mengimpor garam secara rutin dari negara lain.

 

Sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produksi garam negara. Namun, tetap saja masih belum bisa meningkatkan jumlah produksi tiap tahunnya.

Sumber: timesindonesia.co.id

 

Banyak petani garam yang masih menganut sistem konvensional. Padahal sistem konvensional ini dikenal cukup memiliki kendala dalam memproduksi garam. Salah satu kendalanya ialah masih bergantung pada iklim.

 

Untuk itu, mulai sekarang sebaiknya para petani garam sudah mengadopsi teknologi yang ada, sehingga produksi garam akan lebih meningkat secara pesat. Berikut ini beberapa teknologi yang dimaksud.

 

1. Penggunaan Pompa

Penggunaan pompa pada tambak garam ialah untuk memindahkan air laut ke dalam tempat penampungan. Sebaiknya, pilihlah pompa yang memiliki daya tahan tinggi, sehingga pompa tidak cepat rusak apabila terkena air laut. Selain itu pastikan juga bahwa pompa tersebut terbuat dari komponen yang tahan terhadap korosi.

 

Faktor penting lainnya adalah pompa harus memiliki debit hisap air yang tinggi, sehingga pengisian tempat penampungan air laut dapat dilakukan dengan lebih cepat. Pompa yang diketahui memiliki kemampuan-kemampuan seperti yang disebutkan sebelumnya adalah Pompa Celup Apollo.

 

2. Geomembrane Sebagai Alas

Tambak konvensional cenderung tidak menggunakan alas, sehingga garam yang dihasilkan tidak sepenuhnya dapat dipanen. Hal tersebut dikarenakan garam yang sudah mengkristal cenderung larut ke dalam tanah, sehingga kuantitas yang dihasilkan tidak optimal.

 

Kualitas dari garam yang dihasilkan juga tidak terlalu bagus, karena garam yang langsung terkena tanah akan cenderung mudah tercemari, sehingga warna yang dihasilkan tidak putih layaknya garam kualitas super.

 

Penggunaan geomembrane sebagai alas tambak garam terbukti mampu mengatasi kedua masalah tersebut, sehingga garam yang dipanen nantinya akan memiliki jumlah yang lebih banyak serta kualitasnya juga tetap terjaga.

 

3. Rumah Prisma

Pembuatan rumah prisma pada tambak dengan alas geomembrane sangat baik untuk dilakukan. Kombinasi antara keduanya tentu mampu meningkatkan produksi garam hingga 100 persen.

 

Pembuatan rumah prisma pada petakan tambak dilakukan dengan memberi petak tambak garam atap berbentuk prisma yang terbuat dari plastik bening, sehingga sinar matahari akan lebih terfokus ke arah air yang ada di dalam petakan. Panas yang terfokus ini dapat mempercepat proses pengkristalan pada garam sehingga panen dapat dilakukan lebih awal.

 

Selain itu, penggunaan rumah prisma ini membuat petakan tambak garam dapat dipanen kapanpun, karena rumah prisma ini tidak terpengaruh oleh kondisi iklim untuk melakukan pemanenan.

 

 

 

Baca Juga:

Please reload

Featured Posts

Alat dan Bahan Untuk Proses Hatchery Udang Vaname

January 20, 2020

1/10
Please reload

Recent Posts
Please reload

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon