Tradisi Unik di India, Makan Ikan Hidup Untuk Obati Penyakit

Biasanya, orang sakit akan pergi ke rumah sakit dan mendapatkan pengobatan disana. Namun, tak jarang bila berobat di rumah sakit membutuhkan biaya yang cukup besar. Karena masalah inilah, mulai muncul beragam pengobatan alternatif yang dikenal lebih murah dan merakyat.

 

Pengobatan alternatif memiliki metode yang beragam. Salah satu pengobatan alternatif di India menerapkan metode pengobatan dengan memerintahkan pasiennya untuk mengonsumsi ikan hidup.

Sumber: thehindu.com 

 

Dilansir dari detik.com, pusat pengobatan yang telah beroperasi selama 175 tahun ini mengklaim metode pengobatan mereka merupakan metode pengobatan India kuno, yang berawal dari kisah seorang pria yang bernama Veeranna Goud pada tahun 1845 mengaku bertemu seorang pria misterius yang kemudian memberitahu tentang teknik pengobatan tersebut.

 

Menurut kisahnya, pria misterius tersebut kemudian mendoakan dan memberkati sebuah sumur yang berisi ikan bathini mrugasira, lalu pria tersebut memerintahkan Goud untuk mendistribusikan ikan tersebut kepada orang lain sebagai obat.

 

Sejak saat itu, masyarakat meyakini kisah tersebut hingga metode pengobatan itu bertahan sampai saat ini. Keluarga Goud yang menjalankan wasiat tersebut hingga kini secara turun temurun.

 

Selama ratusan tahun, keluarga Goud telah mencekoki para pasiennya dengan ikan kecil tersebut hidup-hidup. Ikan yang memiliki ukuran 2 sampai 2,5 inci tersebut memiliki lapisan kulit yang licin sehingga tidak akan membuat orang-orang tersedak saat menelannya.

 

Ikan yang sudah ditelan dipercaya dapat melancarkan aliran pernapasan hingga pasien dapat sembuh dari sakit asmanya. Selain menelan ikan hidup-hidup, pasien juga diharuskan untuk melakukan diet selama 45 hari dengan menjaga pola makan.

 

Yang membuat metode pengobatan ini terlihat semakin meyakinkan ialah terdapat ribuan orang setiap harinya yang rela untuk mengantre mendapatkan pengobatan ini. Untuk mendapatkan efek pengobatan, ikan hanya boleh disuapkan oleh keluarga Goud saja. Jika ikan ditelan sendiri oleh pasien, maka tidak akan memiliki efek apapun.

 

Alasan lain banyak orang berbondong-bondong memilih metode pengobatan ini ialah pengobatan ini tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Namun, beberapa orang diketahui tetap memberikan sumbangan seikhlasnya kepada keluarga Goud.

 

 

Baca Juga:

Please reload

Featured Posts

Pakan Udang Bernutrisi dari Campuran Molase dan Tepung Ikan

January 8, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts
Please reload

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon