Indonesia Coba Kembangkan 100 Spesies Ikan Hias Baru Demi Tingkatkan Ekspor

Ekspor perdagangan ikan hias Indonesia ke mancanegara dinilai cukup tinggi, hingga mencapai 60 juta dolar AS atau sekitar Rp 860 Miliar per tahun dengan jumlah ikan yang dipasarkan sebanyak 1,1 miliar ekor.

 

Namun, nilai tersebut ternyata masih kecil bila dibandingkan dengan potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari ribuan spesies ikan hias yang ada di Indonesia.

Sumber: metropolitan.id

 

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sjarief Widjaja, mengatakan nilai ekspor Rp 860 miliar atau 7 persen dari market share ikan hias dunia itu hanya dihasilkan dari 30 spesies saja. Padahal, Indonesia diketahui memiliki sekitar 4.300 spesies ikan hias.

 

Untuk itu, KKP meresmikan Laboratorium Uji Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) yang ada di Depok dengan tujuan untuk mengembangkan 100 spesies baru yang nantinya akan diekspor juga ke berbagai negara.

 

Kalau kita bisa tingkatkan dari 30 menjadi 100 spesies yang kita dagangkan, tentu sudah 3 kali lipat kan? Mungkin market share kita bisa menjadi 60 persen di dunia”, ujar Sjarief.

 

Demi mewujudkan hal tersebut, BRSDM turut bekerjasama dengan PT. Biomagg Sinergi Internasional untuk riset pakan ikan alternatif dari magor serta turunannya, Politeknik Negeri Semarang untuk bagian pengembangan hasil riset Smart Aquaculture, dan Badan Pengelola Waduk Cirata untuk pemanfaatan hasil riset dengan aplikasi Smart KJA (Keramba Jaring Apung).

 

Sjarief juga berpendapat bahwa meski Indonesia memiliki ribuan spesies ikan hias, selama ini ikan hias tak mudah dijual karena termasuk komoditas hobi.

 

Meski demikian, ikan hias tetaplah memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikembangkan dengan serius dan maksimal.

 

Menurut Sjarief, kota Depok juga merupakan salah satu sentra ikan hias terbesar di Indonesia. Diikuti oleh kota lain, seperti Pontianak, Blitar dan Jambi.

 

Selama ini, kebanyakan spesies ikan hias yang dibudidayakan adalah nama-nama yang sudah biasa didengar dan cukup dikenal, seperti arwana, koi, cupang dan botia. Dengan adanya laboratorium ikan hias yang baru, diharapkan jenis ikan hias yang dibudidayakan dan diekspor menjadi lebih banyak dan beragam jenisnya.

 

 

Baca Juga:

Please reload

Featured Posts

Alat dan Bahan Untuk Proses Hatchery Udang Vaname

January 20, 2020

1/10
Please reload

Recent Posts
Please reload

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon