Tahapan Sederhana Budidaya Ikan Kakap yang Baik Untuk Pemula

Ikan kakap merupakan spesis ikan yang banyak digemari oleh masyarakat. Tidak hanya itu, harga ikan kakap juga terbilang cukup tinggi. Sehingga, peluang usaha budi daya ikan kakap memiliki potensi untuk meraup keuntungan yang juga tinggi.

Sumber: bibitikan.net 

 

Ikan kakap merupakan ikan yang hidup di perairan peralihan, sehingga ikan kakap dapat hidup di air laut, air payau hingga air tawar. Terdapat beberapa jenis ikan kakap, namun yang paling dikenal di Indonesia adalah ikan kakap merah dan kakap putih.

 

Cara Budidaya Ikan Kakap

Usaha budi daya ikan kakap dilakukan dengan mengikuti tahapan-tahapan secara beruntun, mulai dari pemulihan lokasi hingga cara pemanenannya.

 

1. Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi merupakan faktor penting dalam budi daya ikan kakap. Kondisi lahan yang cocok memungkinkan ikan kakap dapat tumbuh tanpa adanya hambatan. Ikan kakap diketahui memiliki tingkat toleransi yang cukup tinggi terhadap salinitas, berarti ikan kakap dapat hidup pada kondisi air apapun.

 

Budi daya ikan kakap dapat dilakukan pada kolam, tambak maupun daerah pinggir pantai, namun kualitas air yang digunakan haruslah tetap terjaga. Karena ikan kakap berasal dari tropis, maka suhu kolam harus disesuaikan dengan habitat alaminya. Suhu kolam yang ideal untuk budi daya ikan kakap adalah 27 derajat hingga 32 derajat celsius.

 

2. Pemberian Pakan

Ikan kakap termasuk jenis ikan karnivora, artinya ikan kakap lebih dominan memakan binatang lainnya, antara lain adalah plankton, cumi-cumi, udang, dan ikan kecil. Walaupun begitu, ikan kakap juga dapat diberikan pakan berupa pelet.

 

3. Reproduksi Ikan Kakap

Ikan kakap adalah ikan hermaphrodit (berkelamin ganda), yang memiliki kemampuan untuk merubah jenis kelaminnya berdasarkan faktor variabilitas. Pada fase awal pertumbuhan, ikan kakap yang masih berusia 1 hingga 2 tahun cenderung menumbuhkan testikel sehingga menjadi ikan jantan. Namun, ikan akan berubah menjadi betina setelah memasuki usia 5-6 tahun. Masa kawin atau reproduksi ikan kakap biasanya terjadi pada musim penghujan.

 

Pada saat proses pemijahan, untuk membedakan kelamin antara jantan dan betina dapat dilihat berdasarkan ukurannya. Untuk ikan kakap jantan memiliki ukuran lebih kecil dan ramping dibandingkan dengan ikan betina.

 

4. Cara Pemanenan

Setelah melewati masa pemeliharaan satu tahun, atau ikan kakap sudah mencapai bobot sekitar 500 hingga 1000 gram maka ikan kakap sudah dapat dipanen. Jika ada ikan kakap yang memiliki berat lebih dari 1 kg, maka sebaiknya ikan tersebut dijadikan indukan. Alat yang perlukan untuk memanen ikan kakap adalah jala atau serokan.

 

Ada dua teknik pemanenan yang bisa anda coba, yaitu panen selektif dan panen total. Panen selektif ialah memanen sebagian ikan saja yang sudah memenuhi kriteria pasar, sedangkan panen total adalah memanen seluruh ikan yang ada di kolam.

 

 

 

Baca Juga:

Please reload

Featured Posts

Pakan Udang Bernutrisi dari Campuran Molase dan Tepung Ikan

January 8, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts
Please reload

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon