Penggunaan Geomembrane Sebagai Alas Kolam Limbah

Air limbah merupakan zat yang dapat menimbulkan berbagai masalah, terutama pada lingkungan jika ditangani dengan tidak benar. Banyak perusahaan atau pabrik yang masih belum paham mengenai dampak buruk yang dapat ditimbulkan air limbah, maka sering kali terlihat air limbah dibuang begitu saja atau langsung ke arah aliran sungai.

 

Maka dari itu, penanganan limbah secara baik dan benar sangat diperlukan untuk meminimalisir terjadinya kerusakan pada lingkungan. Salah satu caranya adalah dengan membuat kolam khusus tempat penampungan limbah menggunakan geomembrane sebagai alasnya.

 

Geomembrane HDPE Rostek

Sumber: isw.co.id

 

Geomembrane merupakan produk geosyntetics yang berbentuk lembaran plastik yang terbuat dari bahan polietilen tingkat tinggi. Ada beberapa variasi jenis geomembrane yang dijual di Indonesia, dan yang paling populer adalah Geomembrane HDPE Rostek.

 

Tingkat permeabilitas yang rendah, membuat Geomembrane HDPE Rostek menjadi suatu lapisan kedap cairan, sehingga air limbah tidak merembes ke tanah. Selain itu, Geomembrane HDPE Rostek juga tahan terhadap cairan asam dan paparan sinar matahari langsung, sehingga tidak mudah rusak dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

 

ISW Group menyediakan Geomembrane HDPE Rostek terbaik, dengan bahan High Density Polyethylene, memungkinkan Geomembrane HDPE Rostek dapat bertahan hingga 10 tahun pemakaian.

 

Geomembrane pada Kolam Limbah

Penggunaan Geomembrane HDPE Rostek pada kolam limbah juga harus memperhatikan kondisi lokasi kolam. Jika kolam limbah berada pada lokasi dengan muka air tanah yang tinggi, maka geomembrane memiliki potensi terjadinya whale (gelembung geoembrane). Cara mengatasinya adalah:

 

Pembuatan under drain dengan memasang pipa perforated yang dibungkus menggunakan geotextile pada dasar kolam dan pipa pvc pada tepi kolam untuk mempermudah pemompaan air tanah dari bawah geomembrane pada saat proses pemasangan geomembrane  dan sebelum kolam diisi limbah.

 

Pemasangan counterweight, bisa berupa sand bag atau beton pracetak, dengan jumlah yang disesuaikan dengan ketinggian muka air tanah agar tidak terangkat

 

Sedangkan untuk kolam yang sudah diisi oleh limbah, cara untuk mengurangi potensi terjadinya whale adalah:

 

Membuat gas release dengan desain yang sama seperti pembuatan under drain yaitu dengan memasang pipa perforated yang dibungkus dengan geotextile di dasar kolam (di bawah geomembrane) dan pipa pvc pada tepi kolam agar dapat mempermudah gas dari bawah kolam keluar ke permukaan.

 

Pemasangan counterweight, bisa berupa sand bag atau betok pracetak juga diperlukan dengan jumlah yang disesuaikan dengan kondisi tanah dasar kolam.

 

 

Baca Juga:

Please reload

Featured Posts

Pakan Udang Bernutrisi dari Campuran Molase dan Tepung Ikan

January 8, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts
Please reload

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon