Nemo’s Garden. Kebun Bawah Laut Pertama di Dunia

January 10, 2019

Sektor pertanian merupakan sektor utama dalam menunjang keberlangsungan hidup manusia. Pertanian atau agrikultur merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada dengan tujuan untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, sumber energi dan lainnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya alam ini biasa disebut dengan budi daya tanaman.

Sumber: berinovasi.com 

 

Kegiatan bercocok tanam yang dilakukan terdiri dari berbagai jenis tanaman yang berpotensi menghasilkan bahan pangan yang dapat dikonsumsi sehari-hari.

 

Baik atau tidaknya hasil panen pertanian sangat bergantung pada kondisi iklim. Seperti yang kita ketahui bahwa perubahan iklim sudah mulai berlangsung saat ini. Salah satu contohnya adalah perubahan musim hujan yang terjadi lebih pendek dan kemarau menjadi lebih panjang.

 

Dampak dari perubahan iklim yang berkepanjangan ini adalah munculnya pemanasan global atau global warming.

 

Nemo’s Garden

Dampak perubahan iklim yang ekstrim serta timbulnya pemanasan global membuat manusia terus menciptakan strategi dan solusi untuk mencegah kerusakan alam. Hal inilah yang mendasari terciptanya Nemo’s Garden.

 

Munculnya kebun bawah laut ini dinilai dapat menjadi solusi bagi masalah pertanian yang terancam rusak akibat adanya pemanasan global.

 

Kebun bawah laut pertama di dunia ini terletak di daerah pesisir Noli di timur Italia. Proyek masa depan ini mulai dibangun pada tahun 2012 dengan bentuk berupa sebuah bangunan yang menyerupai balon dengan berbagai macam jenis sayuran di dalamnya.

 

Ocean Reef Group adalah pihak yang berjasa dalam proses pembangunan sistem pertanian modern ini. Sergip Gamberini, Presiden Ocean Reef Group mengatakan bahwa ia mendapatkan ide untuk membangun proyek ini ketika dirinya sedang berlibur di Italia beberapa waktu silam.

 

Ia mengaku telah beberapa kali mencoba untuk menciptakan inovasi baru terkait keindahan laut, namun selalu gagal. Pantang menyerah, ia pun akhirnya berhasil menciptakan Nemo’s Garden.

 

Dirinya juga menambahkan bahwa target utama dari proyek ini adalah untuk menciptakan lahan alternatif untuk bertani pada wilayah dengan kondisi lingkungan yang menyulitkan tanaman untuk tumbuh melalui pertanian konvensional.

 

Biosphere atau balon yang digunakan pada Nemo’s Garden ini telah mengalami perubahan desain, sehingga menyesuaikan diri pada air laut dan anti bocor. Terdapat 7 buah biosphere yang masing-masing balon dapat diisi dengan 10 baki atau 22 pot tanaman.

 

Biosphere yang berisi tanaman tidak langsung dimasukkan ke dalam air, melainkan harus melalui proses penguapan air laut menjadi air tawar sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman untuk tumbuh.

 

Salah satu kelebihan penggunaan biosphere adalah tidak adanya hama dan penyakit sehingga tanaman aman dari kontaminasi.

 

Tidak hanya sampai di situ saja, rencananya Ocean Reef Group akan terus mengembangkan penemuannya hingga menciptakan kebun bawah laut dalam skala yang lebih besar dengan harapan untuk mewujudkan sistem pertanian berkelanjutan secara modern.

 

 

Baca Juga:

Please reload

Featured Posts

Pakan Udang Bernutrisi dari Campuran Molase dan Tepung Ikan

January 8, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts
Please reload

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon