Penyakit Udang yang Paling Merugikan

November 28, 2018

Dalam usaha budi daya udang, anda harus memerhatikan kesehatan lingkungan, seperti kerapatan tebar dan kualitas air. Karena jika tidak diperhatikan dengan baik, maka akan menimbulkan masalah serius, seperti munculnya penyakit pada udang.

 

Penyakit udang dapat memicu kerugian pada usaha tambak anda jika tidak ditangani dengan baik. Hal ini terjadi karena penyakit pada udang sangat mudah tersebar hanya dengan kontak fisik antar udang. Jika hampir semua udang yang ada di tambak sudah terinfeksi, maka risiko kematian udang akan lebih banyak dan kerugian akan semakin besar.

Sumber: maangchi.com 

 

Penyakit Udang Paling Merugikan

Salah satu penyakit udang yang paling sering menyerang dan merugikan adalah penyakit kepala kuning (Yellow Head Disease). Penyakit ini sering menjadi momok bagi para petambak karena menyerang tambak tradisional dan tambak intensif.

 

Jika tidak segera ditangani, penyakit ini akan menyebabkan tingkat kematian udang hingga 100% secara bertahap selama 3 hingga 5 hari.

 

Ciri udang yang terinfeksi penyakit kepala kuning adalah awalnya udang masih terlihat normal dengan nafsu makan yang baik, namun saat memasuki usia 50-50 hari nafsu makan udang tiba-tiba menurun dengan drastis yang membuat perut udang terlihat kosong dan pucat serta jika diperhatikan dengan baik bagian kepala akan menimbulkan warna kekuningan.

 

Cara Mengobatinya

Setelah udang pada tambak anda menunjukkan gejala penyakit kepala kuning, sebaiknya anda cepat mengambil tindakan untuk mengatasinya. Berikut ini cara-caranya

 

  • Turunkan kadar pakan yang diberikan sekitar 30-40% dari biasanya hingga kematian udang berkurang.

  • Setelah tingkat kematian berkurang atau tidak ada, maka anda bisa mengembalikan tingkat konsumsi udang dengan meningkatkan nafsu makannya, yaitu dengan menggunakan ascorbic acid (vitamin C) dan Spirulina.

  • Jaga selalu kondisi lingkungan tambak dengan cara membersihkannya secara berkala.

  • Perbaiki kualitas air dan ciptakan aerasi yang baik.

  • Segera keluarkan bangkai udang yang telah mati dari tambak, kemudian kubur atau dibakar.

 

Seringnya, kasus udang yang terinfeksi penyakit ini tidak dapat dideteksi langsung oleh mata manusia, dan harus dilakukan pengujian di laboratorium.

 

 

Baca Juga:

Please reload

Featured Posts

Pakan Udang Bernutrisi dari Campuran Molase dan Tepung Ikan

January 8, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts
Please reload

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon