Kelebihan dan Kekurangan Minyak Kelapa Sawit

November 7, 2018

 

Kelapa sawit dikenal sebagai tanaman penghasil minyak terbesar di dunia. Hal itu membuat beberapa negara, termasuk Indonesia semakin gencar dalam hal memperluas areal perkebunan kelapa sawit.

 

Di Indonesia, hampir seluruh wilayahnya terdapat perkebunan kelapa sawit, sebut saja pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi.

 

Terlepas dari itu semua, minyak yang dihasilkan oleh kelapa sawit tak selamanya baik bagi kesehatan. Berikut kelebihan dan kekurang minyak kelapa sawit kami rangkumkan untuk anda.

Sumber: moneycontrol.com 

 

KELEBIHAN

 

Minyak kelapa sawit dapat dijadikan sebagai bahan baku beberapa produk, seperti minyak goreng, mentega, sabun, dan lain-lain yang mana produk-produk tersebut selalu mendampingi bahan konsumsi masyarakat.

 

Mengatasi Kekurangan Vitamin A

Minyak kelapa sawit pernah dijadikan sebagai bahan penelitian dengan cara menambahkannya ke makanan anak-anak dan ibu hamil. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak-anak dan ibu hamil yang mengonsumsi minyak kelapa sawit terhindar dari risiko kekurangan vitamin A.

 

Dalam hal ini, tentu ada takaran untuk setiap usianya. Bagi balita hanya boleh mengonsumsi setidaknya 2 sendok makan per hari, 3 sendok makan untuk anak-anak yang lebih tua atau di atas 5 tahun, dan 4 sendok makan untuk wanita hamil.

 

Melindungi Otak

Para peneliti juga menemukan kandungan tocotrienol pada kelapa sawit. Tocotricenol merupakan senyawa sejenis vitamin E yang secara alami diproduksi oleh minyak kelapa sawit.

 

Tocotrienol sendiri berperan dalam mencegah perkembangan lesi pulpa alba pada bagian dalam otak. Lesi pulpa alba merupakan gambaran dari penuaan saraf serta kerusakan jaringan pada otak.

 

Perkembangan lesi pula alba yang tidak dicegah akan membuat seseorang rentan terkena penyakit stroke, Alzheimer atau kepikunan dan parkinson.

 

KEKURANGAN

 

Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Minyak kelapa sawit mengandung lemak jenuh yang tidak baik bagi kesehatan. Tingginya kadar lemak jenuh yang dimiliki oleh minyak kelapa sawit dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

 

Hal tersebut memungkinkan terjadinya penumpukan lemak di arteri yang mengakibatkan terhambatnya aliran darah ke jantung dan otak, sehingga risiko penyakit jantung dan stroke juga akan meningkat.

 

Bersifat Racun

Minyak kelapa sawit yang sudah digoreng mengandung senyawa beracun yang disebut dengan akrolein. Walaupun jumlahnya tidak begitu banyak, namun akrolein tetap harus diwaspadai. Akrolein biasanya menyebabkan batuk serta tenggorokan gatal dan sakit.

 

 

Baca Juga:

1. Begini Ciri Bibit Kelapa Sawit yang Berkualitas

2. Proses Pembuatan Bioetanol Molase Skala Rumah Tangga

3. Sumber Energi Terbarukan Bioetanol dari Molase

4. Beberapa Jenis Tanaman Perkebunan Penghasil Bioenergi

Please reload

Featured Posts

Pakan Udang Bernutrisi dari Campuran Molase dan Tepung Ikan

January 8, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts
Please reload

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon