Inovasi Baru yang Dipercaya Mampu Kurangi Biaya Listrik Kincir Air Tambak

October 25, 2018

Tambak udang hanya dapat kita jumpai di daerah pesisir. Namun, peluang untuk mendapatkan keuntungan dari usaha tersebut sangatlah tinggi di Indonesia maupun global.

 

Keberhasilan usaha tambak udang tak terlepas dari peranan kincir air listrik yang sangat menunjang produktivitas tambak udang hingga dapat menghasilkan panen yang diharapkan.

 

Selain sebagai alat penyuplai oksigen, kincir air pada tambak udang juga mampu menjaga lapisan air agar tetap merata pada sisi bawah dan atasnya.

Sumber: detik.com

 

Sistem tambak udang secara intensif dengan menggunakan kincir air listrik tentu sangat membantu dalam hal penyuplaian oksigen, apalagi dengan kepadatan tebar udang yang sangat besar.

 

Dengan menerapkan hal itu, konsumsi listrik menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi para pengusaha tambak. Karena, mayoritas kincir air yang dijual di pasaran saat ini menggunakan motor listrik 3 phase yang membutuhkan daya listrik besar.

 

Apabila tambak berlokasi di daerah pedesaan, tentu akan menjadi kendala. Mengingat, PLN saat ini hanya menyuplai listrik dengan menggunakan motor listrik 1 phase.

 

Dengan begitu, para petambak secara tidak langsung dipaksa untuk mengubah motor listrik 1 phase menjadi 3 phase di mana proses itu membutuhkan kabel besar yang memakan banyak biaya.

 

Berkat masalah itu, sebuah inovasi baru telah di ciptakan oleh BPPP (Balai Pendidikan dan Pelatihan Pelayaran) Tegal. Mereka menciptakan  sebuah alat yang dipercaya mampu mengurangi beban listrik tambak udang. Alat tersebut dinamakan dengan HENKITA.

 

HENKITA merupakan inovasi hemat energi pada kincir tambak, yang mana teknologinya dilengkapi dengan sebuah konverter yang dapat mengubah 3 phase menjadi 1 phase pada motor listrik yang terdapat pada kincir air tambak.

 

Biasanya, per satuan kincir air dengan motor listrik 3 phase memakan biaya Rp 55 ribu per harinya. Dengan menggunakan HENKITA, maka biaya yang dikeluarkan hanya Rp 20 ribu.

 

Dengan begitu, penggunaan HENKITA mampu mengurangi pengeluaran untuk kincir air tambak hampir lebih dari 50%.

 

Sebelumnya, BPPP Tegal telah melakukan uji coba alat tersebut pada tambak BUSMETIK  (Budi daya Udang Skala Mini Empang Plastik) milik Sekolah Usaha Perikanan Negeri Tegal, dan menunjukkan hasil yang positif.

 

Saat ini, HENKITA masih dalam tahap pengembangan. Harapan BPPP Tegal kedepannya ialah semoga para pengusaha tambak udang di seluruh Indonesia dapat menggunakan HENKITA, agar para pengusaha tambak udang dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar.

 

Please reload

Featured Posts

Alat dan Bahan Untuk Proses Hatchery Udang Vaname

January 20, 2020

1/10
Please reload

Recent Posts
Please reload

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon