Refleksi Hari Nelayan Nasional 6 April

April 6, 2017

Hari ini 6 April diperingati sebagai Hari Nelayan Nasional. Dulu Hari Nelayan Nasional agak terlupakan oleh masyarakat Indonesia. Syukurlah, kepedulian netizen terhadap peringatan Hari Nelayan Nasional ini sudah membaik, buktinya sepanjang hari ini Hari Nelayan Nasional menjadi trending topic di Indonesia.

 

Selama ini kehidupan para nelayan identik dengan kaum miskin, berpendidikan rendah, dan pemukiman kumuh. Nelayan sangat tergantung dengan hasil dari laut untuk mencukupi kehidupan sehari–hari.

  ikan lemuru hasil tangkapan nelayan Bali di Pantai Kelan/ foto: antaranews.com

 

Pada awal masa pemerintahannya, Presiden Joko Widodo dengan tegas menyatakan bercita-cita menjadikan Indonesia poros maritim dunia.

 

Salah satu program prioritas yang mau dijalani Jokowi untuk menjadikan Indonesia poros maritim dunia adalah berkomitmen menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut, melalui pengembangan industri perikanan dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama.

 

Untuk mendukung terwujudnya cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia, pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan membuat berbagai kebijakan yang pro nelayan.

 

Beruntung bagi Indonesia memiliki sosok Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Susi Pudjiastuti yang sangat peduli terhadap kehidupan nelayan. 

 Presiden Jokowi & Menteri Susi Pudjiastuti berkomunikasi dengan nelayan/ foto: presidenri.go.id

 

Susi Pudjiastuti dengan tegas membuat gebrakan menangkapi dan meledakkan kapal-kapal asing yang melakukan pencurian ikan (illegal fisihing) di perairan Indonesia. Tujuannya adalah agar nelayan nasional dapat memperoleh penghasilan lebih banyak dari laut. 

 

Sebelumnya, kapal-kapal besar pencuri ikan membuat nelayan lokal yang punya kapal berkala kecil menjadi kesulitan mendapat tangkapan ikan.

 kapal pencuri ikan yang diledakkan di perairan Maluku/ dokumentasi kkp.go.id

 

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga melarang penggunaan alat tangkap cantrang (trawl) yang dapat merusak ekosistem kehidupan laut.

 

Dana hingga triliunan Rupiah sudah disiapkan oleh pihak KKP untuk memfasilitasi permodalan bagi nelayan eks pemakai cantrang, serta untuk membangun tujuh pelabuhan perikanan, pengadaan 500 ribu premi asuransi nelayan, 1.080 unit kapal perikanan, 2.990 unit alat penangkap ikan, serta pengembangan 4 lokasi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT).

 

Saat ini pihak KKP sedang giat mendorong nelayan untuk membuat asuransi jiwa. Asuransi nelayan merupakan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia sesuai dengan diterbitkannya UU No 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam.

 

Dengan mengikuti program asuransi, maka nelayan akan terlindungi dengan memperoleh santunan jika terjadi kecelakaan dan meninggal dunia. Nelayan yang bekerja di atas kapal memiliki resiko kecelakaan sangat tinggi.

 

Setiap tahapan kerja nelayan punya resiko besar masing-masing. Dimulai dengan proses setting, towing dan hauling. Misalnya pada saat hauling yaitu aktivitas penarikan tali, sering terjadi tali kusut di kelos gardan. Resiko tinggi pada proses ini sering mengakibatkan cedera anggota tubuh dan meninggal dunia.

 

Pemerintah sedang terus berupaya menggenjot program asuransi nelayan dengan mengalokasikan dana sebesar 175 miliar rupiah, diperuntukkan kepada para nelayan kecil yang memiliki kapal berkapasitas 5 hingga 10 gros ton (gt).

 

KKP telah menjalin mitra kerja sama dengan PT Asuransi Jasindo untuk program asuransi nelayan. Premi yang harus dibayar oleh nelayan adalah 175 ribu rupiah per orang per tahun. Biaya premi ini tidak dibebankan kepada nelayan, melainkan ditanggung oleh negara. Jadi, nelayan gratis dalam membuat asuransi nelayan.

 

Pihak pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga melakukan penataan permukiman nelayan untuk menghilangkan kondisi kumuh, agar tercipta pemukiman yang lebih manusiawi, layak huni dan tertata baik lingkungannya.

 dokumentasi tempo.co

 

Saat ini pihak PUPR sedang bekerja menata 11 kawasan permukiman nelayan. Penataan permukiman nelayan oleh pihak PUPR awalnya direncanakan selesai pada tahun 2019, tapi dipercepat untuk tuntas pada akhir tahun 2018.

 

Program penataan kampung nelayan ini juga turut mendukung gerakan Wisata Bahari yang sedang digiatkan oleh pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Pariwisata Indonesia.

 

Berbagai program pro nelayan yang sekarang sedang digerakkan oleh pemerintah, diharapkan bakal dapat meningkatkan taraf hidup nelayan. 

 

Semoga kelak semakin banyak masyarakat Indonesia yang bangga berstatus sebagai nelayan karena hidupnya sejahtera.

 

Selamat Hari Nelayan Nasional. Jalesveva Jayamahe. Di air kita berjaya.

 

INFORMASI LAIN MENGENAI NELAYAN 

 

 

Please reload

Featured Posts

Pakan Udang Bernutrisi dari Campuran Molase dan Tepung Ikan

January 8, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts
Please reload

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon