Keuntungan Budidaya Lele Sistem Bioflok

February 6, 2017

Budidaya lele sistem bioflok sudah mulai marak di Indonesia. Teknologi bioflok dalam budidaya ikan lele memiliki berbagai keuntungan, diantaranya adalah pemeliharaan lele tidak memerlukan lahan luas, ramah lingkungan, efisien dalam penggunaan air, menekan biaya pakan, padat tebar lebih tinggi (dapat mencapai 2 ribu ekor/m3). 

 

Istilah bioflok berasal dari kata "bios" dan "floc/flock". Kata "bios" artinya adalah kehidupan, sedangkan kata "floc" artinya adalah gumpalan. Definisi umum dari bioflok adalah kumpulan berbagai organisme seperti algae, protozoa, cacing, bakteri, jamur, dan sebagainya, yang tergabung dalam gumpalan. Teknologi bioflok dalam budidaya perikanan mengadopsi teknologi pengolahan limbah lumpur aktif dengan melibatkan aktivitas mikroorganisme.

 

Dalam budidaya lele sistem bioflok, media pemeliharaan melalui proses penumbuhan dan pengembangan mikroorganisme. Proses ini dilakukan dengan cara mengolah limbah hasil budidaya menjadi flok-flok yang berguna sebagai makanan ikan secara alami.

 foto dokumentasi: Sanama Agro

 

Dalam budidaya lele sistem bioflok digunakan kolam yang dilapisi terpal. Konstruksi kolam bisa menggunakan besi atau bambu. Untuk menjaga kestabilan dan kualitas air, di atas kolam terpal sebaiknya dipasang payung atau atap agar tidak langsung terkena cahaya matahari dan air hujan.

 

Setelah pembuatan kolam selesai, dipersiapkan air untuk pembesaran benih ikan lele. Bak kolam terpal diisi air sampai ketinggian 80 hingga 100 cm. Untuk merangsang pertumbuhan mikroorganisme masukkan 10 kg kompos ke dalam air kolam. Sehari kemudian masukkan bakteri patogen atau probiotik sebesar 5 ml/m3 ke dalam kolam. Hari berikutnya masukkan probiotik berupa molase ke dalam air sebanyak 200 gram/m3, dan pada malam harinya tambahkan dolomite dengan takaran 150-200 gram/m3.

 

Kemudian air didiamkan minimal selama satu minggu, hingga timbul daphnia (kutu air). Daphnia bakal menjadi pakan alami benih yang akan ditebar. Populasi daphnia biasanya mencapai jumlah optimal pada umur 15 hari setelah air diolah.

 

Kolam terpal bioflok sudah siap ditebari benih jika warna air hitam kecoklatan, tapi jika air diambil dengan gelas tetap terlihat jernih. Begitu benih ikan lele dimasukkan ke kolam akan muncul endapan halus dari dasar kolam.

 

Endapan halus yang muncul ini sebagai tanda flok mulai terbentuk, dan akan terus teraduk sesuai dengan pergerakan aktif ikan. Karena itu, kepadatan kolam dibuat lebih tinggi agar flok ini terus teraduk.Semakin bertambah umur penebaran air, maka warnanya akan berubah menjadi coklat kekuningan, dan lama kelamaan akan menjadi kemerahan.

 

Harap diperhatikan benih ikan lele ke dalam kolam. Gunakan benih dari indukan yang unggul. Ciri-ciri benih yang bagus adalah gesit bergerak, ukuran benih yang seragam 4-7 cm, warna dari benih seragam, punya organ tubuh yang lengkap.

 

Buat tabung konservasi di dalam kolam sebagai penjaga keberadaan bakteri mikroorganisme. Tabung berfungsi sebagai reservoir bakteri yang dibutuhkan oleh sistem bioflok. Tabung dibuat dari gorong-gorong berdiameter 40 – 50 cm dengan panjang melebihi tinggi air kolam. Tabung diletakkan secara vertikal dengan ujung lubang bagian atas ditutup.

 

INFORMASI TERKAIT MENGENAI SISTEM BIOFLOK

 

 

Hubungi Customer Sales Representative kami di

Indah Sari Windu
Medan
: Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia

Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia
Telp: 061 4571 224


Up. Teguh Raharjo

0812 6065 5496

Please reload

Featured Posts

Pakan Udang Bernutrisi dari Campuran Molase dan Tepung Ikan

January 8, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts
Please reload

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon