Memilih Material yang Tepat untuk Membangun Dermaga Apung

November 21, 2016

Floating dock atau dermaga apung memberikan akses mudah, aman saat menuju tambak atau danau. Dermaga apung juga sangat ideal untuk memancing, apalagi jika diposisikan di spot terbaik seperti dekat tumpukan batu. Pemasangan dermaga apung membuatnya konsisten berada pada jarak yang sama dari air, berapapun luas atau ukuran kolam, tambak maupun danau. Pada saat memancing, jarak yang pendek antara dermaga apung dan permukaan air, memberikan kemudahan saat mengangkat ikan.

 

Terlalu lebar jarak antara air dan dermaga apung akan mendatangkan kesulitan untuk mengangkat ikan. Dan, bisa berakhir dengan kerugian, karena banyaknya ikan yang terlepas. Namun yang perlu diperhatikan, kondisi dermaga apung bisa membahayakan apabila ketinggian air meningkat dan biasanya terjadi pada saat hujan lebat atau badai.

 

Pemilihan bahan yang digunakan untuk dermaga apung akan sangat berpengaruh terhadap fungsinya. Sebagai sarana flotasi yang baik, disarankan bahan yang dipilih adalah polietilen. Polietilen non reaktif terhadap air dan strukturnya yang tegas  membuatnya stabil. Lapisan galvanisnya dapat bertahan selama bertahun-tahun, dan aluminium yang membungkusnya bersifat anti korosif. Memang jenis dermaga apung yang terbuat dari polietilen tidak menawarkan kemewahan atau desain yang elegan.

 

Floating dock atau dermaga apung yang memanfaatkan barel/drum.                               Foto:i.ytmig

 

Tiang baja atau kayu yang mendukung kestabilan dermaga apung segera diturunkan ke dalam air saat akan diinstalasi. Ketika dermaga akan dibangun di atas air, sebaiknya kerangka baja atau kayu dilapisi dengan cat atau sealant. Sebab seiring waktu air dapat merusak cat, dan baja bisa menimbulkan korosi, dan kayu bisa membusuk.

 

Material yang Anda pilih haruslah benar-benar yang terbaik. Pilihlah papan atau kayu yang kuat. Tak hanya kuat, strukturnya halus sehingga aman saat berjalan di atasnya meski telanjang kaki. Sebab jika serpihan atau serbuk-serbuk kayu dan papannya masih ada, bisa membuat kaki luka.

 

Stabilitas juga menjadi poin penting ketika akan membuat dermaga apung. Harus stabil saat mengapung. Sebaiknya dermaga apung memiliki kapasitas atau daya dukung yang stabil ketika dilewati 12-14 orang bersamaan.   

 

Catatan, sebaiknya penerapan dermaga apung digunakan pada tambak, kolam, sungai atau danau idealnya memiliki kedalaman minimal 3 kaki. Sehingga Anda tidak perlu membuat tumpukan sebagai penahan untuk instalasi di dalam air. Dermaga apung idealnya dibuat pada danau,sungai yang memiliki tingkat air yang berfluktuasi secara berkala. Dermaga apung tidak dapat diinstalasi pada daerah yang memiliki cuaca yang menyebabkan gelombang air lebih besar dari 3 kaki sebab dapat merusak dermaga. (*)

 

 

Baca Juga:

1. 5 Provinsi Penghasil Ikan Cakalang Terbanyak pada Tahun 2017

2. Sengatan Mematikan Ikan Pari dan Cara Mengatasinya

3. Beberapa Ikan Laut yang Berpotensi Tingkatkan Budidaya Laut Indonesia

4. Keindahan Dibalik Kesan Menyeramkan Laut Merah

 

 

Hubungi Customer Sales Representative kami di

Indah Sari Windu
Medan
: Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia

Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia
Telp: 061 4571 224 - 0812 6065 5496
Up. Teguh Raharjo

 

 

Please reload

Featured Posts

Pakan Udang Bernutrisi dari Campuran Molase dan Tepung Ikan

January 8, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts
Please reload

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon