Harapan Baru Pengobatan Penyakit Ikan lewat Vaksin

Beberapa peneliti di ARS Aquatic Animal Health Research Unit di Auburn, Alabama, Amerika Serikat telah beberapa lama mengembangkan vaksin yang diuji coba pada beberapa jenis ikan seperti lele dan nila untuk membuatnya terlindungi dari penyakit. Ya, banyak penyakit yang telah membunuh ikan membuat para pembudidaya/petambak harus merugi, dan konsumen harus membayar lebih untuk mendapatkan ikan berkualitas.

 

Selama beberap tahun terakhir, laboratorium ARS telah berupaya untuk mematenkan vaksin. “Dibutuhkan sekitar dua sampai empat tahun penelitian untuk sampai ke titik di mana kami bisa mengajukan permohonan paten,” ujar ahli mikrobiologi, Craig A  Shoemaker, seperti dikutip dari The Fish Site. Setelah vaksin ini dipatenkan, ARS akan memberi lisensi kepada perusahaan. Karena pengujian tambahan yang diperlukan oleh badan pengatur regulasi, adalah sekitar lima tahun agar vaksin bisa diperoleh di pasar.

 

Tahun 2004, di laboratorium ARS, telah dikembangkan vaksin yang telah dimodifikasi terhadap bakteri Flavobacterium Columnare yang merupakan penyebab penyakit Columnaris. Columnaris selama ini telah mempengaruhi pertumbuhan lele dan jenis ikan mas. Dan telah memberikan dampak ekonomi yang besar, sebab menjadi penyebab utama kedua kematian bagi lele. Para peneliti percaya bahwa produsen dapat menghemat 100 juta dolar AS per tahun dengan adanya vaksin ini. Hingga kini produsen mengobati ikan dari Columnaris dengan cara memberikan bahan kimia di air atau pakan khusus. Namun diyakini vaksin yang diberikan pada saat ikan berada di air, akan jauh lebih efektif.

 

Ilustrasi ikan sakit.                                                                               Foto :nebula.wsimg.com

 

Di laboratorium, ahli biologi molekuler Joel A Bader juga telah mengajukan permohonan paten untuk melawan penyakit Columnare. Dua vaksin dikembangkan secara independen. “Kedua vaksin efektif terhadap penyakit ini, tapi bekerja dengan cara yang berbeda,” ujar Bader. Vaksin Bader telah dimodofikasi untuk mencegah bakteri menempel pada ikan. Kedua vaksin tersebut akan lebih baik diberikan pada ikan pada usia dini, dan ratusan ribu ikan dapat divaksinasi dalam waktu singkat.

 

Para peneliti juga telah bekerja untuk melawan dua strain bakteri Streptococcus. Seperti diketahui, antibiotik tak bekerja baik melawan bakteri ini. Misalnya pada jenis Streptococcus iniae, penyakit ini ditemukan pada 22 varian ikan, temrasuk nila dan trout. “Kami telah menemukan bahwa vaksin yang dikembangkan melawan Streptoccus lebih efektif jika diberikan melalui suntikan,” kata Philip Klesius, ahli mikrobiologi yang memimpin penelitian.

 

Para ilmuwan juga mengembangkan vaksin yang ampuh untuk membunuh Streptococcus agalactiae. Tak hanya ikan, penyakit ini pun menginfeki ternak lain bahkan manusia. Kelompok ini bekerjasama dengan sebuah organisasi pengembangan teknologi di Kanada untuk mengembangkan vaksin yang akan diberikan secara oral. Sebab vaksin oral tentunya akan lebih mudah dan murah dibandingkan vaksin yang diinjeksi.  (*)

 

 

 

Hubungi Customer Sales Representative kami di

Indah Sari Windu
Medan
: Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia

Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia
Telp: 061 4571 224 - 0812 6083 0602
Up. Cherrie Gisela

Please reload

Featured Posts

Pakan Udang Bernutrisi dari Campuran Molase dan Tepung Ikan

January 8, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts
Please reload

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon