Pentingnya Metode Resirkulasi Pada Budidaya Perikanan

Resirkulasi akuakultur pada dasarnya adalah teknologi pada budidaya perikanan atau organisme perairan dengan cara memanfaatkan kembali air yang telah digunakan dalam sistem produksi atau air bekas. Sistem ini didasarkan pada penggunaan filter mekanik dan biologis pada wadah terkontrol, dan bisa diterapkan pada budidaya ikan, udang, kerang dan lainnya.

 

Pakan atau pelet yang dimakan ikan tentunya mengandung protein, karbohidrat, mineral dan nutrisi lainnya. Ketika pakan tersebut disekresikan, berubah menjadi kotoran padat yang dikeluarkan dari anus dan ammonia dari insang. Selama beberapa waktu, kotoran padat ini melalui proses dekomposisi oleh bakteri. Kemudian menghasilkan amonia yang sesegera mungkin harus disingkirkan dari kolam. Bagaimanapun juga teknik resirkulasi harus dilakukan secara cermat dan sistematis untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan tak mengganggu atau berdampak pada organisme perairan.

 

Ada banyak keuntungan menerapkan sistem resirkulasi dalam budidaya ikan, namun manfaat utamanya adalah pencegahan penyakit.                                                   Foto: blogspot.com               

 

Resirkulasi berkembang pesat di sektor budidaya perikanan khususnya unit produksi yang besar. Juga pada sistem budidaya kecil untuk melakukan restocking, termasuk untuk menyelamatkan spesies yang terancam punah. Resirkulasi dapat dilakukan pada intensitas yang berbeda, tergantung seberapa banyak air yang disirkulasikan atau digunakan kembali. Pada beberapa budidaya, khususnya dengan sistem super intensif, membangun instalasi khusus yang terisolasi namun dapat menampung 300 liter air.

 

Dari sudut pandang lingkungan, terbatasnya jumlah air yang digunakan dalam resirkulasi tentu menguntungkan. Sebab tak dapat dipungkiri, di beberapa daerah air adalah sumber daya terbatas. Selain itu, penggunaan air yang terbatas, memudahkan untuk  menghilangkan nutrisi yang telah disekresikan dari ikan. Dengan demikian, resirkulasi dianggap sebagai cara yang paling ramah lingkungan dalam budidaya ikan secara komersial. Nutrien yang dihasilkan ikan dapat digunakan sebagai pupuk pada lahan pertanian atau sebagai bahan dasar biogas.

 

Mengontrol parameter seperti suhu air, kadar oksigen, sangat penting pada proses resirkulasi. Tujuannya untuk memberikan kondisi yang stabil dan optimal untuk ikan, sehingga mencegah kondisi stres dan mewujudkan pertumbuhan yang lebih baik. Kondisi stabil menghasilkan pola pertumbuhan yang stabil pada masa mendatang dan memungkinkan pembudidaya untuk secara tepat memprediksi kapan ikan akan telah mencapai tahap atau ukuran tertentu.

 

Ada banyak keuntungan menerapkan sistem resirkulasi dalam budidaya ikan, namun manfaat utamanya adalah pencegahan penyakit. Dampak patogen pada sistem resirkulasi jauh berkurang karena hanya menggunakan air yang terbatas. Air untuk budidaya ikan tradisional diambil dari sungai, danau atau laut, yang secara alami meningkatkan resiko meningkatnya penyebaran penyakit.

 

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan resirkulasi:

  • Perlu diingat bahwa resirkulasi adalah sistem air yang dipakai terus menerus dengan memakai sistem filtrasi.

  • Sistem ini memerlukan aliran air yang dapat terkendali dan keberadaan pompa untuk mengalirkan air tersebut. 

  • Langkah pertama dalam proses resirkulasi adalah air dipompa dan masuk ke dalam kolam.

  • Selanjutnya air buangan yang berasal dari kolam dimasukkan ke dalam filter. Oleh filter, air melewati proses penjernihan yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mengisi air pada kolam.

  • Sistem resirkulasi harus dilakukan secara berkala, sesuai kuantitas air yang diganti dan penggunaan air sekali pakai.

  • Adapun pembuangan air dilakukan menggunakan selang yang diberi saringan pada ujungnya, sehingga ikan tidak ikut tersedot atau terbuang.

  • Seperti disebutkan di awal, sistem resirkulasi menggunakan dua filter,  yakni filter biologi dan fisik.

  • Yang termasuk pada komponen biologi adalah: pecahan karang, pasir dan bioball yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses nitrifikasi dari amoniak menjadi nitrat.

  • Yang termasuk filter fisik adalah cartridge filter yang berperan untuk menyaring partikel partikel yang tersuspensi di dalam air. (*)

 

Baca Juga:

1. Cara Mengukur Kadar Oksigen Dalam Air

2. Penyebab Meningkatnya Amonia Pada Air Kolam dan Cara Mengatasinya

3. Selain Dapat Cerahkan Wajah, Spirulina Juga Dapat Cerahkan Warna Ikan

4. Mengenal Leibh Dekat Probiotik Pada Budidaya Perairan

 

 

Hubungi Customer Sales Representative kami di

Indah Sari Windu
Medan
: Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia

Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia
Telp: 061 4571 224 - 0812 6083 0602
Up. Cherrie Gisela

Please reload

Featured Posts

Alat dan Bahan Untuk Proses Hatchery Udang Vaname

January 20, 2020

1/10
Please reload

Recent Posts
Please reload

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon