Ledakan Populasi Ganggang Ancam Kehidupan Organisme Perairan di Teluk Chesapeake

Limpahan kadar nitrogen yang berasal dari pertanian berdampak pada kelangsungan kondisi daerah aliran sungai (DAS) di sepanjang Teluk Chesapeake yang dikelilingi negara bagian Maryland dan Virginia, AS. Padahal selama beberapa tahun terakhir telah dilakukan serangkaian usaha pemulihan ekosistem di Teluk Chesapeake. Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Princeton menyebutkan bahwa perubahan pola cuaca terkait perubahan iklim, dapat menyebabkan ledakan pertumbuhan ganggang. Jika kondisi ini terus terjadi, akan mempengaruhi kadar nutrisi tanah yang larut kemudian diteruskan ke DAS.

 

Seperti laporan dari jurnal Geophysical Research Letters yang dikutip dari Fishsite, curah hujan ekstrem berhubungan erat dengan tingginya kadar kelarutan nitrogen yang berasal dari kegiatan pertanian. Apalagi ketika terjadi lonjakan curahan hujan maka dapat meningkatkan kadar nitrogen yang dialirkan ke teluk. Meskipun jika jumlah pupuk yang digunakan selama aktivitas pertanian tersebut tetap sama.

 

Teluk Chesapeake yang dikelilingi negara bagian Maryland dan Virginia, AS.                          

Foto: Andrew Morell Photography

 

Bahan kimia yang digunakan selama ini dalam kegiatan pertanian, menjadi sumber makanan bagi ganggang dan mengakibatkan meledaknya pertumbuhan ganggang. Kondisi tersebut berubah menjadi racun yang akan membahayakan ikan, satwa, bahkan manusia yang memanfaatkan air sungai tersebut sebagai sumber air minum.

 

Ledakan jumlah ganggang tersebut akan berakhir dengan proses pembusukan, kemudian menyedot semua oksigen yang ada di dalam air. Kadar oksigen pun menjadi rendah dan dapat membuat organisme di dalam air mengalami hipoksia. Situasi ini disebut zona mati. "Hal ini menunjukkan dampak nyata dari perubahan iklim. Timbul konsekuensi yang dilemais ketika sesuatunya melibatkan curah hujan dan siklus hidrologi," ujar Amilcare Porporato, seorang profesor dari Duke University.

 

"Yang terutama sekarang adalah bagaimana melakukan perubahan atau strategi manajemen lingkungan yang tepat," tambah Elena Shevliakova, peneliti yang tergabung dalam Princeton Environmental Institute. Lanjutnya,ledakan ganggang sebenarnya dapat dicegah dengan cara  mengurangi penggunaan pupuk. Tetapi sebenarnya tetap saja penggunaan pupuk dalam jumlah rendah, secara akumulasi setiap tahunnya akan memberikan dampak pada kondisi perairan di DAS.

 

Jadi, dengan kata lain semua tergantung pada bagaimana kondisi curah hujan. Kini, para peneliti tersebut sedang merancang sistem manajemen daerah  aliran sungai dengan cara memprediksi pola cuaca berdasarkan data curah hujan selama dua tahun terakhir. "Sebab bila Anda memberi  tahu petani untuk mengurangi nitrogen, akan berdampak pada  hasil panen. Di sisi lain, sebenarnya produksi tiram bisa naik di teluk," Peter Jaffe, profesor bidang teknik  lingkungan Princeton University menambahkan. (*)

 

 

Hubungi Customer Sales Representative kami di

Indah Sari Windu
Medan:
 Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia

Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia
Telp: 061 4571 224 - 0812 6083 0602
Up. Cherrie Gisela

Please reload

Featured Posts

Pakan Udang Bernutrisi dari Campuran Molase dan Tepung Ikan

January 8, 2019

1/10
Please reload

Recent Posts
Please reload

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon