top of page
  • Redaktur: Audri Rianto

Selain Klekap, 3 Kondisi Ini Juga Dapat Menurunkan Kualitas Air Tambak

Kualitas air menjadi kunci keberhasilan budidaya udang. Kualitas air yang baik dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan udang secara optimal. Untuk itu petambak dituntut untuk cermat dengan kondisi tambak yang ia kelola. Petambak harus paham dengan tanda-tanda adanya penurunan kualitas air.

 

Sumber: efishery.com


Klekap adalah salah satu tanda bahwa air mengalami penurunan kualitas. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, klekap terbentuk dari menyatunya plankton tambak dan kotoran udang yang terakumulasi menjadi lembaran-lembaran coklat berbentuk anyaman yang menutupi permukaan air tambak.

 

Klekap yang dibiarkan terlalu banyak akan meningkatkan kadar bahan organik yang ada pada tambak. Selanjutnya, efek yang akan ditimbulkan adalah menurunnya kadar oksigen pada air. Keadaan tersebut tentu tidak baik bagi kehidupan udang. Selain klekap, ada 3 kondisi lainnya yang kerap muncul pada perairan tambak dan berpotensi menurunkan kualitas air.

 

Debu Air Tambak

Air tambak berdebu maksudnya ialah air tambak terlihat keruh. Jika diamati dengan seksama, terdapat partikel-partikel yang melayang pada air karena tidak terlarut. Partikel-partikel tidak terlarut ini cukup berbahaya bagi udang karena dapat mengakibatkan gangguan pada insang udang. Salah satu penyakit yang ditimbulkan dari kondisi ini adalah penyakit insang merah.

 

Penyebab utama adanya partikel-partikel tidak terlarut ini sebenarnya karena sirkulasi air tambak yang kurang bagus. Maka dari itu, cara mudah untuk mengatasinya adalah dengan meningkatkan sirkulasi air baik secara frekuensi maupun volume. Lakukan sirkulasi air secara berkelanjutan hingga partikel-partikel tersebut berkurang.

 

Timbul Lumut

Lumut termasuk tumbuhan berklorofil yang dapat berfotosintesis dengan bantuan cahaya matahari untuk terus tumbuh. Tingkat kecerahan air yang tinggi membuat cahaya matahari menjadi lebih mudah menembus air tambak hingga ke dasar.


Jika keadaan tersebut dibiarkan dalam jangka waktu tertentu maka dapat merangsang pertumbuhan lumut pada tambak secara berlebihan. Lumut yang tumbuh tak terkendali tentu akan menghambat pertumbuhan udang dan fitoplankton pada tambak.


Untuk mengurangi lumut pada tambak, petambak harus mengurangi tingkat kecerahan air dengan cara menumbuhkan plankton. Petambak juga dapat menggunakan waring guna mengurangi intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam tambak.

 

Muncul Busa

Adanya busa pada air tambak menjadi penanda bahwa plankton mengalami kematian secara massal. Plankton memiliki banyak peran penting pada tambak. Jika plankton mengalami kematian maka hal ini akan mengganggu keseimbangan ekosistem yang ada.


Jika terus dibiarkan maka akan mengganggu aktivitas pertumbuhan udang. Cara mengatasi hal ini adalah dengan meningkatkan sirkulasi air hingga busa menghilang, selanjutnya dilakukan inokulasi bibit plankton baru.

 


Baca Juga

377 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page