top of page
  • Redaktur: Audri Rianto

Kecerahan Air Tambak dan Pengaruhnya Bagi Udang

Kecerahan air tambak merupakan salah satu parameter penting dalam budidaya udang yang menunjukkan kualitas air dan kesehatan ekosistem di dalamnya. Tingkat kecerahan air tambak haruslah optimal, tidak tinggi dan tidak juga rendah.

 

Kecerahan air tambak yang direkomendasikan adalah 20-40 cm, jika kurang dari 20 cm maka tambak dianggap terlalu keruh. Sebaliknya, jika lebih dari 40 cm maka air tambak dianggap terlalu jernih.


Sumber: efishery.com


Air tambak yang keruh memiliki risiko berupa penurunan kadar oksigen tambak yang membuat udang menjadi sulit bernapas. Jika air tambak terlalu jernih maka akan memicu pertumbuhan lumut secara berlebihan yang dapat mengganggu aktivitas hidup udang.

 

Kecerahan air yang optimal memungkinkan udang untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Untuk itu, petambak harus mengetahui apa-apa saja yang diperlukan untuk menjaga tingkat kecerahan air pada tambak yang ia kelola.


Ada tiga faktor yang mempengaruhi tingkat kecerahan air tambak. Ketiga faktor tersebut adalah plankton, sedimen, dan bahan organik.

  • Plankton: Kehadiran plankton dalam jumlah yang tepat dapat membantu menjaga kecerahan air. Plankton yang berlebihan bagaimanapun dapat menyebabkan penurunan kecerahan karena dapat memicu pertumbuhan alga yang berlebihan.

  • Sedimen: Partikel sedimen yang terbawa oleh air hujan atau aliran air dapat mengurangi kecerahan air dengan membuat air menjadi keruh.

  • Bahan Organik: Dekomposisi bahan organik seperti sisa pakan dan kotoran udang juga dapat mempengaruhi kecerahan air.


Pengaruh Kecerahan Air terhadap Udang

Kecerahan air yang optimal akan memberikan pengaruh positif bagi udang, di antaranya adalah

  • Pertumbuhan: Udang memerlukan cahaya yang cukup untuk proses biologis seperti fotosintesis pada plankton, yang merupakan sumber makanan alami mereka. Namun, pertumbuhan plankton juga harus tetap dipantau, karena plankton yang berlebihan juga tidak baik bagi udang.

  • Stres: Air yang jernih mengurangi stres pada udang. Tingkat stres udang yang rendah dapat meningkatkan sistem imun sehingga dapat mengurangi risiko udang terpapar virus dan bakteri penyakit.

  • Perilaku: Udang cenderung lebih aktif dan memiliki perilaku makan yang lebih baik dalam air yang lebih cerah.


Cara Meningkatkan Kecerahan Air

Untuk meningkatkan kecerahan air tambak ada beberapa langkah simpel yang bisa dilakukan oleh petambak, di antaranya adalah

  • Pengelolaan Pakan: Maksud dari pengelolaan pakan ialah mengatur jumlah pemberian pakan demi menghindari kelebihan pakan yang tidak terkonsumsi. Pakan yang tidak terkonsumsi akan menumpak pada dasar tambak sehingga dapat membuat tambak keruh.

  • Aerasi: Menggunakan aerasi untuk membantu sirkulasi air dan mengurangi akumulasi sedimen. Untuk menciptakan aerasi yang optimal dibutuhkan aerator yang mumpuni. Anda bisa mencoba untuk menggunakan kincir air tambak olimpia pada tambak Anda.

  • Pengelolaan Plankton: Memantau dan mengatur pertumbuhan plankton untuk menjaga keseimbangan yang tepat dalam tambak.


Kesimpulan

Kecerahan air adalah indikator vital dari kesehatan tambak udang. Dengan memantau dan mengelola faktor-faktor yang mempengaruhi kecerahan air, petambak dapat menciptakan lingkungan yang mendukung untuk pertumbuhan dan kesehatan udang.



Baca Juga

992 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page